RMOL. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan sepanjang 2011 kendaraan priÂbadi telah menguras subsidi daÂlam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 77,9 triliun.
Dirjen Perhubungan Darat KeÂmenhub Suroyo Alimoeso memÂprediksi, tahun ini jumlah subÂsidi akan lebih besar lagi karena baÂnyaknya kendaraan pribadi yang tadinya menguÂnakan bahan bakar minyak (BBM) non subÂsidi ke BBM subsidi apalagi disÂparitas harganya tinggi.
“Tahun 2011 target subsidi BBM Rp 129,7 triliun, kenyaÂtaÂannya realisasi mencapai Rp 165,2 triliun atau 127,4 persen,†ujar Suroyo seperti dikutip dalam situs KeÂmenterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kemarin.
Dari realisasi subsidi tersebut, kata Suroyo, angkutan umum haÂnya mengkonsumsi 3 persen, sedangkan mobil barang 4 perÂsen. Sisanya cukup besar dikonÂsumsi sepeda motor 40 persen dan mobil pribadi 53 persen.
Jika dirupiahkan, angkutan umum hanya kebagian sekitar Rp 4,1 triliun dan mobil barang Rp 5,9 triliun. Sedangkan sepeda moÂtor menghabiskan Rp 58,8 triliun dan mobil pribadi menguÂras APBN Rp 77,9 triliun. Total kenÂÂdaraan pribadi menguras APBN 2011 sebesar Rp 136,7 triliun.
Untuk diketahui, pemerintah sebelumnya berencana menÂaikÂkan harga BBM subsidi per 1 ApÂril 2012 sebesar Rp 1.500. NaÂÂmun, rapat paripurna DPR meÂnolaknya.
Soeroyo menyatakan, pemeÂrintah sudah menyiapkan angÂgaÂran Rp 4,8 triliun untuk subsidi angkutan umum guna menekan kenaikan tarif akibat dinaikÂkanÂnya harga BBM. Anggaran itu juga untuk melindungi penguÂsaha angkutan umum.
Subsidi sebesar Rp 4,8 triliun terdiri dari Rp 1,87 triliun untuk pemeliharaan angkutan umum seperti pembelian suku cadang, oli, kampas rem dan ban. SeÂmentara Rp 1,76 triliun diguÂnakan untuk fasilitas pembebaÂsan bunga pinjaman dan Rp 1 triliun untuk pemberian fasilitas reimÂburse pajak kendaraan bermotor.
Untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan subsidi energi dari kuÂota yang ditentukan dalam APBN, pemerintah akan segera mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) soal penghematan energi.
Menteri Perencanaan PembaÂngunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan NaÂsional (Bappenas) Armida AlisÂjahbana mengatakan, Presiden SBY segera mengeluarkan kebiÂjakan penghematan energi.
Menurut Armida, ada lima arahÂan Presiden kepada menteri terkait pengamanan APBN. Salah satunya soal penghematan energi secara bertahap. Arahan itu meÂnyangkut kebijakan pengamanan APBN-P 2012, kebijakan peÂneÂrimaan negara yang bukan pajak daÂlam segala lini. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.