RMOL. Gara-gara bahan bakar miÂnyak (BBM) subsidi tidak jadi naik, pemerintah memÂbaÂtalkan pemberian bantuan soÂsial untuk masyarakat.
Menteri Perencanaan PemÂbaÂngunan Nasional/Ketua BaÂdan Perencanaan PemÂbaÂnguÂnan Nasional (Bappenas) ArÂmida AliÂsjahÂbana meÂngaÂtaÂkan, sejumlah bantuan dan komÂÂÂpensasi diÂbatalkan seteÂlah renÂcana keÂnaikan harga BBM ditunda.
Menurutnya, pembatalan baÂnÂÂÂtuan paÂling utama adaÂlah BanÂtuan LangÂsung SeÂmenÂtara Masyarakat (BLSM). BanÂtuan lainnya seperti komÂÂpenÂsasi angkutan umum, inÂfrastruktur desa dan peÂningÂkatan unit cost untuk program keluarga haÂrapan.
Selain itu, pemerintah juga memiliki program inÂfraÂstrukÂtur desa. Namun, penambahan dana dalam Anggaran PenÂdapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 baÂtal direalisasikan, karena diÂtundanya kenaikan harga BBM. Namun, untuk program keluarga harapan tetap jalan.
“Dalam APBNP 2012, jika harga BBM disesuaikan, diÂsiapkan dana (BLSM) untuk 6 bulan ke depan. Karena tiÂdak jadi disesuaikan bantuan itu batal direalisasikan,†kata Armida.
Hal itu juga berlaku bagi program beasiswa untuk maÂsyarakat miskin. Semestinya, dalam APBNP 2012, saÂsaÂranÂnya akan diperluas. Tapi kaÂrena itu juga mengikuti renÂcaÂna keÂnaikan harga BBM, maÂka progÂram itu pun ikut ditunda.
Sementara untuk program bantuan desa sebanyak 28.300 desa juga ditunda. Jika harga BBM disesuaikan, seharusnya satu desa mendapatkan Rp 250 juta yang disalurkan oleh KeÂmenterian Pekerjaan Umum.
Anggota Komisi IV DPR Habib Nabiel Almusawa meÂngÂÂÂimbau pemda mengÂaloÂkasikan dana penÂdamÂping dari AngÂgaran PenÂdaÂpatÂan Belanja DaÂerah (APBD) unÂtuk ongkos disÂtriÂbusi peÂnyaÂlurÂan rasÂkin (beras unÂtuk rakyat miskin).
“Selama ini masyarakat memÂbeli raskin dengan harga Rp 1.600 bila mereka memÂbelinya di titik distribusi. DeÂngan adanya dana penÂdamÂping yang diminta dari daerah berÂsangkutan untuk biaya pengÂangkutan raskin dari titik disÂtribusi, rumah tangga saÂsaran (RTS) bisa menebusnya dengan harga Rp. 1.600 juga,†jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi Panja Raskin DPR, titik distribusi di Jawa umumnya terdapat di kantor desa/kelurahan, sementara di luar Jawa berlokasi di kantor Kecamatan. Karena itu, pengÂaloÂkasian dana tersebut sangat diperlukan. Hal itu sesuai deÂngan Pedoman Umum (PeÂdum) Penyaluran Raskin taÂhun 2012 yang menyebutkan biaya operasional penyaluran raskin dari titik distribusi sampai ke RTS menjadi tangÂgung jawab pemerintah kaÂbupaten/kota.
Dari evaluasi pelaksanaan penyaluran program raskin, banyak sekali terjadi keÂtiÂdakÂsesuaian pada harga tebus. Banyak daerah terjadi peneÂtapan harga tebus raskin yang beragam antara Rp 1.600 samÂpai Rp 4.000. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.