Pelni Mau Beli Kapal Jerman Rp 800 Miliar

Selasa, 03 April 2012, 08:08 WIB
Pelni Mau Beli Kapal Jerman Rp 800 Miliar
PT Pelayaran Indonesia (Pelni)

RMOL. PT Pelayaran Indonesia (Pelni) akan membeli kapal perintis baru untuk mengganti kapal yang usianya sudah lebih dari 30 tahun.

Direktur Utama Pelni Jussa­bella Sahea menuturkan, peru­sahaan akan membeli satu kapal pengganti yang direncanakan datang pada 2014. Dana yang dikeluarkan untuk pengadaan kapal perintis pengganti ini diperkirakan Rp 800 miliar.

“Anggaran tersebut renca­nanya akan diambil dari dana internal Pelni,” ujarnya.

Adapun kapal perintis peng­ganti itu akan dibeli dari pro­dusen kapal asal Jerman, seperti yang biasa dilakukan untuk pe­ngadaan kapal Pelni selama ini.

Pelni menargetkan laba ber­sih untuk tahun depan me­ningkat enam kali lipat menjadi Rp 18 miliar dibanding prediksi tahun ini yang hanya Rp 3 triliun.

“Pencapaian kinerja ini didukung persetujuan di APBN PSO (public service obligation) tahun 2012 dari usulan Rp 916,7 miliar menjadi Rp 897,6 mi­liar,” jelas Jussabella.

Ia juga menyatakan, penda­patan perseroan diperkirakan sekitar Rp 2 triliun, atau sama de­ngan tahun ini. Tahun ini, per­seroan juga akan melakukan efisiensi dan mengoperasikan kapal lebih optimal.

Sebelumnya, Pelni berharap pemerintah menambah angga­ran subsidi sebesar Rp 206 mi­liar sebagai dampak dari ren­ca­na kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Perusahaan angkutan laut pelat merah ini memperkirakan tambahan subsidi Rp 126 miliar dialokasikan untuk mengatasi dampak langsung kenaikan harga BBM. Sementara dampak tidak langsung membutuhkan anggaran Rp 80 miliar.

Jussabella menjelaskan, Pelni berharap usulan tambahan subsidi tersebut dapat dipenuhi pemerintah. Jika alokasi ang­garan tidak sesuai usulan, peru­sahaan terpaksa menaikkan tarif angkutan 10 persen untuk menu­tup biaya pokok. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA