RMOL. PT Pelayaran Indonesia (Pelni) akan membeli kapal perintis baru untuk mengganti kapal yang usianya sudah lebih dari 30 tahun.
Direktur Utama Pelni JussaÂbella Sahea menuturkan, peruÂsahaan akan membeli satu kapal pengganti yang direncanakan datang pada 2014. Dana yang dikeluarkan untuk pengadaan kapal perintis pengganti ini diperkirakan Rp 800 miliar.
“Anggaran tersebut rencaÂnanya akan diambil dari dana internal Pelni,†ujarnya.
Adapun kapal perintis pengÂganti itu akan dibeli dari proÂdusen kapal asal Jerman, seperti yang biasa dilakukan untuk peÂngadaan kapal Pelni selama ini.
Pelni menargetkan laba berÂsih untuk tahun depan meÂningkat enam kali lipat menjadi Rp 18 miliar dibanding prediksi tahun ini yang hanya Rp 3 triliun.
“Pencapaian kinerja ini didukung persetujuan di APBN PSO (public service obligation) tahun 2012 dari usulan Rp 916,7 miliar menjadi Rp 897,6 miÂliar,†jelas Jussabella.
Ia juga menyatakan, pendaÂpatan perseroan diperkirakan sekitar Rp 2 triliun, atau sama deÂngan tahun ini. Tahun ini, perÂseroan juga akan melakukan efisiensi dan mengoperasikan kapal lebih optimal.
Sebelumnya, Pelni berharap pemerintah menambah anggaÂran subsidi sebesar Rp 206 miÂliar sebagai dampak dari renÂcaÂna kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Perusahaan angkutan laut pelat merah ini memperkirakan tambahan subsidi Rp 126 miliar dialokasikan untuk mengatasi dampak langsung kenaikan harga BBM. Sementara dampak tidak langsung membutuhkan anggaran Rp 80 miliar.
Jussabella menjelaskan, Pelni berharap usulan tambahan subsidi tersebut dapat dipenuhi pemerintah. Jika alokasi angÂgaran tidak sesuai usulan, peruÂsahaan terpaksa menaikkan tarif angkutan 10 persen untuk menuÂtup biaya pokok. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.