Untuk mencari faktor peÂnyeÂbab kebakaran Juke yang meÂnewaskan pengemudinya, PeÂnyidik Polda Metro Jaya meminta NMI mendatangkan tenaga ahli dari Jepang.
Seperti diberitakan sebeÂlumÂnya, Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar PoÂlisi Dwi Sigit Nurmantyas meÂngaÂtakan, tenaga ahli Nissan asal Jepang akan bekerja sama deÂngan tim Pusat Laboratorium FoÂrensik (Puslabfor) Mabes PolÂri guna meÂmeriksa kelayakan Juke.
Tim Puslabfor Mabes Polri teÂlah memeriksa kelayakan kenÂdaÂraan Juke, meliputi kondisi rem, gas, dan tekanan angin ban. BerÂdasarkan hasil pemeÂrikÂsaan seÂmentara, kecelakaan yang meneÂwaskan model Olivia Dewi Soerijo itu diduga kesalaÂhan manusia yang mengendarai kendaraan di luar kontrol.
Direktur Pemasaran NMI Teddy Irawan membantah keÂbaÂkaran mobil Juke lantaran meÂsinnya tidak sesuai standar di Indonesia. “Semua mesin yang masuk ke Indonesia itu sudah memenuhi standar kualitas,†kilah Teddy di Jakarta, kemarin.
Teddy juga menepis jika inÂsiden kebakaran Juke adalah produk gagal Nissan. “Insiden itu murni kecelakaan, bukan error system,†jelasnya.
Ia mengaku sudah memberiÂkan penjelasan kepada KepoliÂsian tentang insiden tersebut. “Kami sudah berikan keterangan dan penjelasan kepada KepoliÂsian. Jadi, kita tunggu saja proÂsesnya,†kata Teddy.
Olivia yang mengendarai Juke bernomor polisi B-60-GOH, meÂnaÂbrak tiang reklame lalu kenÂdaraannya terbakar. Dia tewas terpanggang dan terjepit stir.
Pengamat otomotif Suhari Sargo mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa membuat Juke yang dikendarai Olivia itu terÂbakar. “Bisa jadi, tangkinya boÂcor, bensin menetes. Ada perÂcikan api atau listrik yang bisa langsung memÂbakar mobil terÂsebut,†kaÂtanya.
Kata Suhari, Juke tersebut buÂkan cacat produksi. Selama ini, Juke di dalam dan luar negeri tidak bermasalah. Ia menilai, varian ini termasuk yang terbaik di kelasnya. “Saya yakin produkÂsi Juke sudah meÂmeÂnuhi banyak tes kelaÂyaÂkan. TaÂhun lalu, seÂbuah maÂjalah otoÂmoÂtif mendaÂpuk Juke merupakan salah satu model yang terbaik,†ujarnya.
Mencermati spesifikasinya, Suhari menilai, Nissan sudah teruji di jalanan. Apalagi sejak diluncurkan 2010, Juke belum terdengar ditarik dari pasaran. Jika terjadi kecelakaan, keÂmungÂkinan berasal dari pengemudi atau situasi jalanan.
Pendapat berbeda dikatakan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Sukur Nababan. Menurut dia, berbicara soal inÂdustri otomotif, berkaitan deÂngan perlakuan pemerintah terÂhadap agen tunggal pemegang merek (ATPM) asing yang menÂjamur di Tanah Air.
“Di negeri kita ini kan ada yang disebut BSN (Badan StanÂdarisasi Indonesia) yang berÂfungsi menÂjaga keselamatan pemakai. Itulah yang harus diteÂrapkan. Jadi, buÂkan semata-mata memikirkan kepentingan atau keuntungan industri,†ujar Sukur kepada Rakyat Merdeka.
Ia berharap, pemerintah konÂsen melakukan proses standariÂsasi seÂcara teliti. Pasalnya, leÂmahÂnya peÂmeÂrintah untuk stanÂdarisasi nasiÂonal turut meleÂmahkan perÂlinÂduÂngan terhadap konsumen. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: