Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Keizo Okue mengemukakan, RX-8 Spirit R mulai dipasarkan di Indonesia. MMI hanya meÂnarÂgetkan penjualan sebanyak lima unit saja per bulan.
“Target penjualan cuma lima unit per bulan. Itu jumlah yang cukup,†ujarnya dalam acara peluncuran varian ini di Jakarta, Rabu (15/2). Tak ada perubahan signifikan bila dibandingkan Mazda RX-8 terdahulu.
Kualitas suspensinya masih sama dengan sebelumnya. Desain interiornya eksklusif Hal ini tercermin dari warna piano black di tunnel bagian tengah. Ada garis jahitan berwarna merah di bagian kemudi, rem parkir, jok dan pintu samping. Model terÂdahulu mengÂgunakan garis jaÂhitan hitam.
Jok mobil menggunakan jok kulit eksklusif Recaro yang menampilkan perpaduan antara warna hitam dan merah sehingga tampilan interior lebih stylish.
Perubahan desain eksterior terletak pada emblem bertuliskan Spirit R di bagian C Pillars yang menjadi ciri khas tersendiri dari Mazda RX-8 Spirit R.
Kesan sporty tercermin lewat alloy wheel berhias center cap berwarna hitam. Perubahan lainÂnya yaitu kaliper rem (brake caliper) berwarna merah, warna bingkai (bezel) dari lampu depan, lampu kombinasi belakang, dan lampu kabut berwarna hitam.
Mobil ini mengambil dasar dari RX-8 tipe RS (transmisi manual 6-speed) dan Tipe E (6-speed transmisi otomatis). Jika menÂcermati modelnya, tampilan mobil ini sedikit berbeda dari Mazda RX-8 standar.
Bagaimana konsumsi bahan bakarnya? Kepada Rakyat MerÂdeka, Product Planning PT MazÂda Motor Indonesia ( MMI) BoÂnard Pakpahan mencoba meyaÂkinkan konÂsumen bahwa Mazda relatif irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
“Kalau boros itu sih relatif ya, boros nggaknya itu tergantung dari berbagai hal, gaya mengeÂmudi, mesinnya terawat atau tidak. Belum lagi performa yang ditawarkan, kita tidak bisa mengÂharapkan mesinnya sangat irit tapi memberikan tenaga yang luar biasa besar. Kata kuncinya itu efisiensi,†katanya.
Ia mengklaim, pihaknya selalu berusaha meningkatkan efisiensi secara keseluruhan tidak hanya terpaku ada hanya satu sisi saja. Kehadiran mesin rotary memÂbeÂrikan sebuah balance yang baik, antara konsumsi bahan bakar dan tenaga yang ditawarkan.
“Konsumsi bahan bakar itu bisa bervariasi, satu liter untuk 9 kilometer (km), tapi itu data pabrik. Saya pernah mendapatkan feedback dari beÂberapa pemakai RX-8 mereka memang melewati ada yang 1:7 bahkan ada yang bisa sampai 12 kilometer per liter,†tegasnya.
Ia mencontohkan, mesin RoÂtary ini mendapatkan sertifikasi Euro3 dari Eropa dan emisi KarÂbon Monooksidanya sekitar 290 gram perkilometer.
Ia menambahkan, semua mesin Mazda rata-rata sudah mendapat sertifikasi Euro4. “Justru malah lebih tinggi dari yang diwajibkan pemerintah sendiri, yaitu hanya euro2,†cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: