Kapasitas Mesin Makin Besar, Mazda Spirit R Tambah Boros

Payah, Target Penjualan Cukup Lima Unit Sebulan

Senin, 20 Februari 2012, 08:23 WIB
Kapasitas Mesin Makin Besar, Mazda Spirit R Tambah Boros
Mazda Spirit R
RMOL.Mazda RX-8 Spirit R kini tampil lebih eksklusif. Mobil sport Madza ini masih tetap menggunakan rotary engine yang ramah lingkungan. Untuk fitur keamanan, Mazda Spirit R  dilengkapi enam SRS Airbags dan Dynamic Stability Control (DCS).

Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Keizo Okue mengemukakan, RX-8 Spirit R mulai dipasarkan di Indonesia. MMI hanya me­nar­getkan penjualan sebanyak lima unit saja per bulan.

“Target penjualan cuma lima unit per bulan. Itu jumlah yang cukup,” ujarnya dalam acara peluncuran varian ini di Jakarta, Rabu (15/2). Tak ada perubahan signifikan bila dibandingkan Mazda RX-8 terdahulu.

Kualitas suspensinya masih sama dengan sebelumnya. Desain interiornya eksklusif Hal ini tercermin dari warna piano black di tunnel bagian tengah. Ada garis jahitan berwarna merah di bagian kemudi, rem parkir, jok dan pintu samping. Model ter­dahulu meng­gunakan garis ja­hitan hitam.

Jok mobil menggunakan jok kulit eksklusif Recaro yang menampilkan perpaduan antara warna hitam dan merah sehingga tampilan interior lebih stylish.

Perubahan desain eksterior terletak pada emblem bertuliskan Spirit R di bagian C Pillars yang menjadi ciri khas tersendiri dari Mazda RX-8 Spirit R.

Kesan sporty tercermin lewat alloy wheel berhias center cap berwarna hitam. Perubahan lain­nya yaitu kaliper rem (brake caliper) berwarna merah, warna bingkai (bezel) dari lampu depan, lampu kombinasi belakang, dan lampu kabut berwarna hitam.

Mobil ini mengambil dasar dari RX-8 tipe RS (transmisi manual 6-speed) dan Tipe E (6-speed transmisi otomatis). Jika men­cermati modelnya, tampilan mobil ini sedikit berbeda dari Mazda RX-8 standar.

Bagaimana konsumsi bahan bakarnya? Kepada Rakyat Mer­deka, Product Planning PT Maz­da Motor Indonesia ( MMI) Bo­nard Pakpahan mencoba meya­kinkan kon­sumen bahwa Mazda relatif irit bahan bakar dan ramah lingkungan.

“Kalau boros itu sih relatif ya, boros nggaknya itu tergantung dari berbagai hal, gaya menge­mudi, mesinnya terawat atau tidak. Belum lagi performa yang ditawarkan, kita tidak bisa meng­harapkan mesinnya sangat irit tapi memberikan tenaga yang luar biasa besar. Kata kuncinya itu efisiensi,” katanya.

Ia mengklaim, pihaknya selalu berusaha meningkatkan efisiensi secara keseluruhan tidak hanya terpaku ada hanya satu sisi saja. Kehadiran mesin rotary mem­be­rikan sebuah balance yang baik, antara konsumsi bahan bakar dan tenaga yang ditawarkan.

“Konsumsi bahan bakar itu bisa bervariasi, satu liter untuk 9 kilometer (km), tapi itu data pabrik. Saya pernah mendapatkan feedback dari be­berapa pemakai RX-8 mereka memang melewati ada yang 1:7 bahkan ada yang bisa sampai 12 kilometer per liter,” tegasnya.

Ia mencontohkan, mesin Ro­tary ini mendapatkan sertifikasi Euro3 dari Eropa dan emisi Kar­bon Monooksidanya sekitar 290 gram perkilometer.

Ia menambahkan, semua mesin Mazda rata-rata sudah mendapat sertifikasi Euro4. “Justru malah lebih tinggi dari yang diwajibkan pemerintah sendiri, yaitu hanya euro2,” cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA