Pebalap Honda berusia 24 taÂhun ini mengaku tidak dapat berÂbuat apa-apa untuk menghindari motor Super Sic yang kehilangan kontrol. Akibatnya, Simoncelli tertabrak Edwards dan temen seÂnegaranya dari Italia, Valentino Rossi seÂhingÂga mengalami luka parah pada keÂpala, leher dan dada.
“Saya sudah bertanya pada diri saya sendiri ribuan kali sejak terÂjadi kecelakaan itu. Apa yang akan terjadi bila saya bereaksi berÂbeda? Apakah hal lain yang akan terjadi? Tapi saya sudah melihat rekaman insiden itu dan saya akhirnya menyatakan tidak ada yang dapat saya lakukan unÂtuk menghindari Marco,†kata EdÂwards, yang mengalami ceÂdera bahu, ketika diwawancarai La Gazzetta dello Sport.
“Valentino (Rossi) juga tidak daÂpat berbuat lain dalam kecepaÂtan tinggi itu. Berat rasanya keÂhiÂÂlangan teman. Kami kehilaÂngÂan bintang yang sedang bersinar. Marco disukai semua penonton karena sikap dan karakter serta kharismanya,†ujar Edwards.
Kematian Simoncelli memÂbuÂat olahraga Italia dan dunia berÂsedih dan ribuan pendukungnya menghadiri pemakamannya di kampung halamannya di CoriaÂno, di dekat Rimini. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: