Berita

Lima kapal tanker Iran hancur diserang militer Amerika Serikat (AS). (Unggahan akun X @CENTCOM)

Dunia

Amerika Hantam 5 Kapal Tanker Iran di Teluk

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lima kapal tanker minyak Iran menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. 

Serangan tersebut terjadi setelah Garda Revolusi Iran dua kali meluncurkan rudal balistik ke kapal perang AS dalam dua hari terakhir.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui unggahan di media sosial X, Rabu 9 September 2026, mengatakan kapal perang Amerika berhasil menghindari serangan tersebut dan tidak ada personel AS yang terluka.


Dalam serangan balasan, pasukan AS menghantam empat kapal tanker di Teluk Oman, yakni M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, dan M/T Riesco. Satu kapal lainnya, M/T Derya, diserang di dekat Pulau Kharg.

CENTCOM menyebut serangan dilakukan setelah awak kapal diperintahkan untuk meninggalkan kapal.

“Pasukan Amerika memerintahkan para awak kapal untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal tersebut terkena serangan dan menjadi tidak dapat beroperasi,” kata CENTCOM.

Serangan tersebut menambah daftar kapal tanker Iran yang dihantam militer AS. Pada Sabtu, AS sebelumnya menghancurkan tiga kapal tanker Iran sebagai respons atas serangan rudal balistik Garda Revolusi Iran terhadap sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali AS.

CENTCOM menyatakan serangan Iran tersebut gagal dan tidak menimbulkan korban di pihak Amerika.

Eskalasi terjadi ketika hubungan AS dan Iran kembali memanas di kawasan Teluk Persia. Kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir, seiring perubahan strategi pemerintahan Presiden Donald Trump yang meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Ketegangan juga meluas ke teknologi tanpa awak. Garda Revolusi Iran sebelumnya mengklaim menangkap drone bawah air milik militer AS di pintu masuk Selat Hormuz.

Namun, AS membantah drone tersebut merupakan teknologi militer canggih. Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins mengatakan kendaraan itu merupakan model lama yang mengalami kerusakan dan tidak membawa data sensitif.

“Drone yang rusak itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia,” kata Hawkins.

Menurut Hawkins, drone tersebut digunakan untuk melakukan survei perairan regional guna mendukung operasi AS. Ia menegaskan operasi Amerika di kawasan tersebut tetap berlangsung.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya