Berita

Warga Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jadi korban serangan babi hutan. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Dua Warga KBB Jadi Korban Serangan Babi Hutan

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 18:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

.Suasana tenang sore hari di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak berubah mencekam.

Seekor babi hutan yang diduga keluar dari kawasan hutan dan perkebunan tiba-tiba masuk ke permukiman warga pada Kamis 30 Juli 2026. 

Babi hutan langsung menyerang dua orang secara terpisah, lalu menghilang ke kebun di belakang rumah penduduk. Serangan mendadak tersebut menyebabkan dua warga terluka.


Korban pertama yakni, Asid (65), warga Kampung Cirawa RT 01 RW 05. Saat melihat seekor hewan berada di sekitar rumahnya, Asid sempat mengira hewan tersebut merupakan kambing milik warga yang lepas. 

Tanpa curiga, ia berusaha mendekat untuk mengusirnya. Namun dugaan itu keliru. Hewan tersebut ternyata seekor babi hutan berukuran cukup besar yang langsung menyeruduk tubuh korban.

Serangan mendadak itu membuat Asid mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan sebelum korban mendapat penanganan dari keluarganya di rumah.

Belum reda kepanikan warga, babi hutan tersebut kembali muncul di lokasi berbeda, tepatnya di Kampung Celak Kaler RT 02 RW 09.

Informasi mengenai kemunculan satwa liar itu dengan cepat menyebar. Sejumlah warga kemudian berupaya mengepung dan menghalau hewan tersebut agar tidak memasuki area permukiman yang lebih padat.

Namun situasi justru berbalik. Merasa terdesak, babi hutan itu menyerang seorang warga bernama Pelah.

Korban mengalami luka gigitan dan serudukan pada bagian tangan serta kaki. Kondisinya lebih parah dibanding korban pertama sehingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan keterangan warga, luka pada bagian tangan korban memerlukan lebih dari 20 jahitan.

Setelah melukai dua orang, babi hutan tersebut melarikan diri menuju area kebun dan semak-semak di belakang permukiman. Hingga kini keberadaannya belum diketahui.

Camat Gununghalu, Asep Haris Kosaman membenarkan kejadian tersebut. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini menjalani masa pemulihan di rumah masing-masing.

"Betul, ada dua warga yang menjadi korban serangan babi hutan. Alhamdulillah keduanya sudah mendapat penanganan medis dan saat ini berada di rumah untuk menjalani pemulihan," kata Asep dikutip dari RMOLJabar, Senin 3 Agustus 2026. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

Pasalnya, kemunculan babi hutan di kawasan permukiman bukan pertama kali terjadi di wilayah selatan Bandung Barat.

Fenomena ini umumnya terjadi ketika sumber pakan di habitat alami berkurang atau ketika aktivitas manusia semakin mendekati wilayah jelajah satwa.

"Kami mengimbau warga segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait. Jangan mencoba menangkap atau mengusir sendiri karena dapat memicu serangan dan membahayakan keselamatan," pungkas Asep.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya