Berita

Mantan Presiden RI, Joko Widodo. (Foto: Dok RMOL)

Politik

Dukungan Jokowi Bukan Jaminan PSI Jadi Partai Besar

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 09:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai politik yang ingin berkembang menjadi kekuatan besar tidak cukup hanya mengandalkan figur populer. Dibutuhkan sedikitnya enam modal utama agar mampu bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan pengamat politik Nurul Fatta saat menyoroti peluang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai beredarnya dukungan politik dari mantan Presiden RI, Joko Widodo.

Menurut Nurul Fatta, setiap partai yang ingin menjadi partai besar harus memiliki enam modal utama, yakni modal organisasi, modal politik, modal sosial, modal ekonomi, modal kultural, dan modal simbolik.


"Partai politik yang ingin tumbuh menjadi partai besar harus memiliki sedikitnya enam modal utama, yaitu modal organisasi, modal politik, modal sosial, modal ekonomi, modal kultural, dan modal simbolik," kata Nurul Fatta kepada RMOL, Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menilai PSI masih menghadapi pekerjaan rumah dalam memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Namun, bergabungnya Jokowi berpotensi menjadi nilai tambah yang signifikan bagi partai tersebut.

"PSI memang masih menghadapi tantangan dalam memperkuat modal organisasi hingga ke akar rumput. Namun, bergabungnya Jokowi jika benar memberikan dukungan politik yang signifikan berpotensi menjadi penguat modal simbolik sekaligus modal politik bagi PSI," ujarnya.

Meski demikian, Nurul Fatta mengingatkan bahwa kehadiran Jokowi tidak otomatis menjamin peningkatan elektoral PSI. Menurutnya, modal politik dan simbolik tersebut harus diikuti dengan penguatan internal partai.

"Tantangan berikutnya adalah bagaimana modal tersebut diterjemahkan menjadi penguatan organisasi, perluasan basis sosial, dan peningkatan elektoral," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya