Berita

Joko Widodo alias Jokowi melakukan safari politik ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa)

Politik

Buni Yani:

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 13:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Safari politik mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke berbagai daerah adalah kampanye dini untuk Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Demikian pandangan peneliti media dan politik Buni Yani kepada RMOL, Senin 3 Agustus 2026.

"Namun safari ini jelas gagal karena di Lampung ditolak, di Jabar ditolak, di Banten juga ditolak, dan di berbagai daerah juga ditolak," kata Buni Yani.


Kunjungan Jokowi ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 1 Agustus 2026 juga mesti dicermati secara hati-hati, karena rakyat sudah sangat cerdas. 

"Seperti kejadian di berbagai daerah, kunjungan Jokowi banyak direkayasa untuk mendatangkan rakyat," kata Buni Yani.

Menurut Buni Yani, bila ada yang datang, sudah bisa dipastikan itu tidak organik. Mereka datang karena iming-iming pembagian kaos, sembako, dan amplop. 

"Mereka datang bukan karena mencintai Jokowi atau mendukung PSI. Itu jauh," pungkas Buni Yani.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya