Berita

Ilustrasi

Politik

Ketergantungan Impor jadi PR Besar di Tengah Pelemahan Rupiah

SENIN, 08 JUNI 2026 | 15:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketergantungan Indonesia terhadap impor dinilai masih menjadi persoalan besar yang harus segera dibenahi pemerintah, terutama di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Analis ekonomi politik Kusfiardi menilai pemerintah perlu lebih terbuka kepada publik mengenai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi, termasuk tingginya kebutuhan devisa untuk membiayai impor dan kewajiban pembayaran utang.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara konkret langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang impor, mulai dari pangan hingga sektor energi.


"Jelaskan pemerintah berkomitmen menjalankan apa dan bagaimana caranya supaya tidak bergantung pada barang impor," ujarnya di kanal Youtube Abraham Samad, Senin, 8 Juni 2026.

Kusfiardi mengingatkan bahwa kebutuhan devisa Indonesia masih sangat besar. Selain untuk impor energi seperti BBM dan gas, pemerintah juga membutuhkan dolar AS untuk membayar kewajiban utang luar negeri serta berbagai kebutuhan impor lainnya.

Menurut Kusfiardi, persoalan semakin kompleks karena banyak sektor industri dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor.

"Kita memang bisa berproduksi di dalam negeri, tetapi komponen impornya masih sangat tinggi. Dalam sektor manufaktur, sebagian besar kegiatan produksi masih membutuhkan bahan baku dari luar negeri. Akibatnya, ketika kita ekspor, nilai tambah yang diperoleh tidak terlalu besar," pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya