Berita

Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat. (Foto: Instagram Dewan Pers)

Politik

Dewan Pers Kecam Zionis Israel dan Minta para Jurnalis Dipulangkan

SELASA, 19 MEI 2026 | 19:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Pers angkat bicara soal intersep sejumlah kapal rombongan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0 oleh Angkatan Laut Militer Israel, dan turut menahan warga negara Indonesia (WNI). 

Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat menyampaikan hal tersebut melalui sebuah video berdurasi 1,5 menit, yang diposting melalui akun resmi Dewan Pers di media sosial Instagram, Selasa, 19 Mei 2026.

"Menyikapi peristiwa ini, Dewan Pers menyatakan mengecam tindakan Angkatan Laut Israel," ujar Komarudin.


Dia menyayangkan tindakan Angkatan Laut Israel, yang mencegat dan menangkap rombongan aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang menumpang kapal Global Sumud Flotilla 2.0.

"Selain membawa para aktivis koalisi masyarakat sipil internasional, kapal juga mengangkut bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina," urainya.

"Dalam rombongan ini, terdapat sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia. Di mana di antaranya adalah jurnalis," sambung dia.

Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan permintaan kepada pemerintah untuk mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan para sandera terutama para jurnalis.

"(Kami Dewan Pers) meminta Pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomasi luar biasa,untuk membebaskan wartawan dan warga sipil Indonesia serta memulangkannya ke tanah air," ucapnya. 

"Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen Dewan Pers dalam menjaga kemerdekaan pers agar media dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tutup Komarudin.

Empat jurnalis yang kabarnya ditahan IDF Zionis Israel di antaranya Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai Rifan wartawan Republika, Rahendro Herubowo wartawan Inews, dan Andre Prasetyo wartawan Tempo.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya