Berita

Ilustrasi UEA Keluar dari OPEC (Sumber: Gemini Generated Image)

Dunia

UEA Keluar dari OPEC, Apa Itu?

RABU, 29 APRIL 2026 | 18:18 WIB | OLEH: TIFANI

RMOL.Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keputusan untuk keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sekaligus aliansi OPEC+. Keputusan tersebut disampaikan di tengah perang Amerika Serikat–Iran yang telah memicu guncangan besar di pasar energi dunia.

Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC dan OPEC+ disebut sebagai hasil evaluasi menyeluruh terhadap strategi energi nasional. Padahal, negara Teluk tersebut dikenal sebagai salah satu produsen minyak utama dengan kapasitas sekitar 4,8 juta barel per hari.

Langkah ini juga dinilai berkaitan dengan ambisi UEA untuk meningkatkan produksi minyak secara lebih fleksibel tanpa terikat kuota organisasi. Dengan keluar dari OPEC, UEA memiliki ruang lebih besar untuk menggenjot produksi demi memenuhi permintaan energi global yang terus meningkat.


Selain itu, keputusan ini tidak lepas dari situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Konflik dengan Iran, termasuk gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz, turut memengaruhi stabilitas ekspor energi UEA dan mendorong perubahan kebijakan strategis.

Apa itu OPEC dan OPEC+?

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) adalah organisasi antarnegara produsen minyak yang didirikan pada 1960 di Baghdad oleh Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Organisasi yang berbasis di Wina, Austria, ini dibentuk untuk menyatukan kebijakan minyak negara anggota serta menjaga stabilitas harga minyak dunia.

Pada masa awalnya, pasar minyak global didominasi perusahaan-perusahaan Barat besar yang dikenal sebagai “Seven Sisters”. OPEC hadir untuk memberi kendali lebih besar kepada negara produsen atas sumber daya alam mereka.

Saat ini, OPEC memiliki 12 anggota, termasuk Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, dan UEA sebelum resmi keluar. Secara kolektif, OPEC mengatur sekitar 30 persen pasokan minyak dunia melalui kesepakatan kuota produksi antar anggota.

Sedangkan OPEC+ adalah perluasan kerja sama OPEC yang dibentuk pada 2016 dengan melibatkan negara-negara produsen minyak di luar OPEC, termasuk Rusia, Kazakhstan, dan Meksiko. Tujuan utama OPEC+ adalah mengoordinasikan produksi minyak untuk menjaga stabilitas harga global.

Saat ini, kelompok tersebut menguasai lebih dari 40 persen produksi minyak dunia, sehingga memiliki pengaruh besar terhadap dinamika harga energi global. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya