Berita

IIustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Pertumbuhan AI

RABU, 29 APRIL 2026 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran baru terhadap pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI) membuat pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak hati-hati. 

Dikutip dari Reuters, Rabu 29 April 2026, pada penutupan perdagangan Selasa, indeks utama Wall Street bergerak melemah. Dow Jones Industrial Average turun tipis 25,86 poin atau 0,05 persen ke level 49.141,93. 

S&P 500 terkoreksi 35,11 poin atau 0,49 persen menjadi 7.138,80, sementara Nasdaq Composite mencatat penurunan paling dalam, yakni 223,30 poin atau 0,90 persen ke posisi 24.663,80.


Tekanan terbesar datang dari saham perusahaan semikonduktor yang selama ini menjadi motor penguatan pasar. Indeks saham chip yang telah melonjak lebih dari 40 persen sepanjang tahun ini mengalami penurunan tajam, sehingga membebani pergerakan Nasdaq dan mencatat pelemahan harian terbesar dalam sebulan terakhir.

Kekhawatiran investor dipicu laporan media yang menyebut bahwa perusahaan AI OpenAI mengalami penurunan jumlah pengguna dan pendapatan mingguan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah pertumbuhan sektor AI mulai melambat dan apakah belanja besar untuk pembangunan pusat data masih dapat dipertahankan.

Dampaknya langsung terasa pada sejumlah saham teknologi. Saham Oracle turun sekitar 4,1 persen karena ketergantungannya pada proyek komputasi awan yang berkaitan dengan OpenAI. Saham produsen chip seperti Nvidia, AMD, dan Broadcom juga ikut melemah antara 1,6 persen hingga 4,4 persen. Sementara itu, saham CoreWeave, perusahaan yang didukung Nvidia, merosot sekitar 5,8 persen.

Menurut Chuck Carlson, kepala eksekutif Horizon Investment Services, laporan terkait OpenAI memberikan bahan pertimbangan baru bagi investor. 

"Investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan AI masih sekuat sebelumnya dan bagaimana dampaknya terhadap belanja modal perusahaan teknologi besar," ujarnya.

Perhatian investor juga tertuju pada musim laporan keuangan kuartal pertama yang sedang berlangsung. Minggu ini menjadi sangat penting karena beberapa perusahaan teknologi raksasa akan merilis kinerja mereka, termasuk Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft, disusul Apple sehari kemudian. Perusahaan-perusahaan ini mewakili sekitar 44 persen total kapitalisasi pasar S&P 500, sehingga hasilnya berpotensi menentukan arah pasar selanjutnya.

Di luar sektor teknologi, sejumlah saham bergerak beragam setelah merilis laporan keuangan. Saham General Motors (GM) naik sekitar 1,3 persen setelah mencatat laba kuartalan di atas perkiraan dan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Sebaliknya, saham United Parcel Service (UPS) turun sekitar 4 persen setelah perusahaan mempertahankan target pendapatan tahunan di tengah lonjakan biaya bahan bakar.

Sementara itu, saham Coca-Cola menguat 3,9 persen setelah merilis kinerja yang lebih baik dari perkiraan serta menaikkan target laba tahunan.

Selain faktor teknologi, pasar juga dibayangi kekhawatiran makroekonomi. Harga minyak yang melonjak akibat konflik geopolitik kembali memicu kekhawatiran inflasi. Investor juga menunggu keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve, yang diperkirakan masih menahan suku bunga, namun tetap membuka kemungkinan perubahan jika tekanan inflasi meningkat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya