Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Istimewa)

Politik

Pujian Eddy Soeparno untuk Pidato Presiden Prabowo: Indonesia Memimpin Perdamaian Dunia

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 15:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Setelah hampir 10 tahun absen kehadiran langsung, Indonesia dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan Pidato perdananya di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan pujian dan apresiasi atas Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum Majelis PBB ke 80.

Eddy mengapresiasi Pidato Presiden Prabowo yang merespons langsung poin-poin pidato Presiden AS Donald Trump sebelumnya, yang dianggap tidak sejalan dengan upaya mewujudkan perdamaian dunia. 


“Ketika Presiden Trump bilang mendahulukan Amerika, maka Presiden Prabowo justru menegaskan bahwa antara bangsa-bangsa dunia harus mendekat bukan menjauh. Presiden Prabowo bahkan berkomitmen untuk terus menyediakan pasukan perdamaian di berbagai negara konflik temasuk di Gaza,” kata Eddy kepada wartawan, Rabu 24 September 2025. 

Wakil Ketua Umum PAN Bidang Luar Negeri ini juga menyampaikan strategi Diplomasi Presiden Prabowo membuat posisi Indonesia semakin relevan untuk memimpin perdamaian dunia. 

“Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan PBB dimana kita hidup dalam dunia yang mendapatkan keadilan untuk semua tanpa ada dominasi dari pihak manapun,” katanya.

“Dalam posisi ini, Indonesia menempatkan diri sebagai pemimpin dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa pidato Presiden Prabowo sejalan dengan amanat konstitusi untuk berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. 

“Apa yang disampaikan Presiden Prabowo meneruskan pesan yang secara konsisten disampaikan Bung Karno dalam Konferensi Asia Afrika,” demikian Eddy.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya