Berita

Relawan kemanusiaan MDMC dan Lazismu di NTT. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gerak cepat Muhammadiyah membantu penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut. 

Sejak gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026, Muhammadiyah langsung memobilisasi sumber daya dari berbagai daerah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC).

Tak hanya mengerahkan tenaga medis dan relawan, Muhammadiyah juga menggalang dukungan masyarakat untuk memastikan penanganan korban bencana dapat terus berjalan hingga memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.


Melalui Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tertanggal 20 Agustus 2026, seluruh masjid Muhammadiyah diinstruksikan melakukan penggalangan dana infak Salat Jumat untuk bantuan kemanusiaan bagi penyintas gempa NTT. Penggalangan dana tersebut telah dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Hingga 3 September 2026, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.099.163.820. Dari jumlah tersebut, Rp3.455.958.814 telah disalurkan untuk mendukung berbagai aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah di wilayah terdampak.

Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, mengatakan bahwa dalam merespons aksi kemanusiaan, Muhammadiyah mengerahkan sejumlah klaster layanan, salah satunya bidang kesehatan melalui Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed.

Sebanyak 50 personel EMT dikerahkan untuk mendirikan rumah sakit lapangan di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Tim EMT Muhammadiyah dengan standar World Health Organization (WHO) tersebut bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan dijadwalkan bertugas selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026.

Selain EMT Type-1 Fixed, Muhammadiyah juga mengerahkan EMT Mobile untuk menjangkau lokasi-lokasi pengungsian yang tidak terjangkau layanan kesehatan. 

“Tim tersebut berasal dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Indonesia,” ungkapnya, dikutip Sabtu, 5 September 2026.

Hingga 3 September 2026, layanan EMT Muhammadiyah tercatat telah menangani ribuan penyintas. Rinciannya, 85 pasien bayi, 229 pasien balita, 266 pasien anak, 150 pasien remaja, 2.173 pasien dewasa, 22 pasien ibu hamil, serta 799 pasien lansia.

Dari pemeriksaan di rumah sakit lapangan, sejumlah keluhan kesehatan mendominasi kondisi penyintas.

Sebanyak 437 penyintas dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan. Kemudian 372 penyintas mengalami nyeri otot dan pegal-pegal, 233 penyintas mengalami hipertensi, 186 penyintas mengalami gejala rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar perut, serta 153 penyintas mengalami sakit kepala dan nyeri leher hingga tengkuk.

Barry memastikan dukungan kemanusiaan bagi penyintas gempa NTT masih akan terus berjalan.

Menurutnya, dana donasi dan infaq Salat Jumat yang telah dihimpun masyarakat akan terus disalurkan untuk memperkuat respons bencana hingga memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Hingga Jumat, 4 September 2026, penyaluran dana donasi dan Infaq Salat Jumat masih akan terus dilaksanakan untuk melanjutkan respon dan tahapan rehabilitas-rekonstruksi serta membangun ketangguhan masyarakat,” tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya