Berita

Sri Mulyani (Kemenkeu.go.id)

Bisnis

Sri Mulyani Hadapi PR Berat, IHSG-Rupiah Rontok

SENIN, 28 OKTOBER 2024 | 12:56 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KEKHAWATIRAN pelaku pasar global akhirnya gagal terwujud, aksi serangan balasan Israel terhadap Iran diklaim hanya mengakibatkan kerusakan kecil. Serangan balasan Israel juga tidak menarget situs nuklir ataupun kilang minyak. Pelaku pasar akhirnya terselamatkan dari kepanikan besar. Akibat dari serangan balasan Israel yang terkesan sekedar basa-basi itu, sikap optimis mulai tumbuh dengan harga minyak dunia berbalik runtuh curam.

Pantauan terkini di sesi perdagangan pagi di Asia, Senin 28 Oktober 2024 menunjukan, harga minyak untuk jenis WTI yang ambruk 4,67 persen untuk menjejak kisaran $68,43 per barel. Situasi yang cukup menggembirakan bagi pelaku pasar saham di selurun dunia. Akibat dari rontoknya harga minyak tersebut, sesi perdagangan pre-market di bursa Wall Street beranjak positif setelah menutup sesi akhir pekan lalu dengan gerak mixed di rentang moderat.

Pantauan lebih jauh bahkan memperlihatkan indeks Nasdaq yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarahnya akibat lonjakan terkini. Sentimen positif ini kemudian menjadi bekal berharga bagi bursa saham utama Asia dalam membuka pekan ini. Di tengah minimnya sentimen regional yang tersedia, pelaku pasar di Asia semestinya justru diuntungkan dengan hanya mengandalkan sentimen dari serangan basa-basi Israel.


Namun sesi perdagangan di Asia terlihat ragu dalam menyambut optimisme tersebut. Gerak mixed indeks masih mewarnai sesi awal pekan ini. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) melompat curam 1,74 persen di 38.572,98, sementara indeks ASX200 (Australia) turun tipis 0,06 persen di 8.206,4 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) menanjak 0,81 persen di 2.604,21.

Laporan terkait dari sesi perdagangan di Jepang menyebutkan, investor yang mencoba memberikan perhatian pada perkembangan situasi politik terkini, setelah partai koalisi pemerintah kalah dalam pemilihan umum sela. Situasi tersebut membuat nilai tukar mata uang Yen runtuh tajam untuk kemudian mengangkat indeks Nikkei dengan curam.

Pola yang jauh berbeda menimpa bursa saham Indonesia, di mana tekanan jual menghajar dengan kukuh hingga melongsorkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pantauan menunjukkan, IHSG yang sempat berupaya mengikuti optimisme di pasar global dengan mengawali sesi pagi di zona penguatan moderat.

Namun gerak IHSG kemudian dengan segera beralih menjejak pelemahan tajam. IHSG kemudian menutup sesi pagi dengan rontok 1,1 persen di 7.620,18. Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja sejumlah besar saham unggulan yang tercecer di zona penurunan tajam. Saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan anjlok dalam rentang bervariasi, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, ISAT, ASII, SMGR, UNVR, UNTR, PTBA, BBNI, serta PGAS.

Sentimen runtuhnya harga minyak dunia akibat aksi serangan basa-basi Israel, gagal dimaksimalkan pelaku pasar di Jakarta untuk mengangkat IHSG yang telah terkoreksi tajam dalam beberapa hari sesi perdagangan pekan lalu.

Rupiah Kembali Anjlok

Optimisme yang gagal menghampar di bursa saham terlihat seiring dengan situasi Rupiah di pasar uang. Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang utama dunia yang belum beranjak positif secara signifikan hingga siang ini. Kecenderungan menguat sejumlah mata uang utama dunia memang sempat terlihat, namun penguatan yang terjadi terkesan terlalu rentan hingga akhirnya beralih kembali ke zona merah.

Akibat dari masih lemasnya pasar uang global ini, nilai tukar mata uang Asia kesulitan untuk bangkit. Sementara sentimen regional yang meyakinkan masih belum tersedia, mata uang Asia akhirnya terjebak di rentang terbatas dengan kecenderungan melemah. Tidak terkecuali dengan Rupiah, kecenderungan melemah sulit dihindarkan meski terdapat sokongan potensi teknikal untuk menguat.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.734 per Dolar AS atau merosot 0,64 persen. Pelaku pasar diyakini sedang menantikan momentum sentimen dari rilis data perekonomian terkini nasional yang diagendakan pada sesi akhir pekan ini menyangkut data inflasi dan indeks PMI.

Sementara pada mata uang Asia, gerak cenderung melemah juga terjadi seragam, dengan Rupiah menjadi mata mata uang yang mengalami koreksi tertajam. Mata uang Asia tercatat Masih menyisakan Peso Filipina dan Rupee India yang mampu menjejak zona penguatan.

Kemerosotan tajam IHSG dan Rupiah di tengah masih cenderung positif nya sentimen global pada sesi pagi awal pekan ini, tentu saja akan menjadi pekerjaan rumah alias "PR" besar dan sangat serius bagi Menteri keuangan Sri Mulyani yang baru saja menjalani retreat di Magelang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya