Berita

Ganjar Pranowo-Anies Baswedan-Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Soal Survei Kompas, Satyo Purwanto: Jika Pilpres Hari Ini, Prabowo dan Ganjar Kalah jika Diadu Sama Anies

SENIN, 14 NOVEMBER 2022 | 16:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hasil survei Litbang Kompas bahwa 30,1 persen tidak akan memilih sosok capres yang disarankan Jokowi, namun hanya 15,1 persen yang memilih capres didukungnya menunjukkan bahwa Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo akan kalah jika melawan Anies Baswedan.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto terkait dengan hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas yang dirilis hari ini.

Menurut Satyo, 30,1 persen masyarakat tidak akan memilih sosok yang disarankan Jokowi merupakan gambaran sebenarnya perasaan rakyat saat ini terhadap mantan Walikota Solo itu maupun jalannya pemerintahan yang dipimpinnya saat ini.


"Jika pilpres hari ini, bahkan Prabowo pun kalah sama Anies Baswedan, apalagi di adu sama Ganjar Pranowo," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/11).

Satyo menilai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini memiliki double rintangan. Di mana, Ganjar hanya kuat di Jawa Tengah. Sehingga, Ganjar akan berhadapan dengan mesin politik PDI Perjuangan di Jawa Tengah jika tidak dipilih sebagai capres PDIP.

"Artinya, keunggulan geografis Ganjar akan habis dibabat oleh mesin politik PDIP yang justru paling kuat di Jateng," pungkas Satyo.

Baik Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto saat ini diingat oleh publik merupakan sosok yang didukung oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya