Berita

Seminar bertajuk 'Tata Kelola Intelijen dalam Menghadapi Ketidakpastian Geopolitik dan Ancaman Asimetris' di Salemba, Jakarta, Rabu, 15 April 2026. (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Hukum

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

RABU, 15 APRIL 2026 | 20:42 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Sejumlah praktisi dan akademisi turut ambil bagian dalam seminar intelijen bertajuk 'Tata Kelola Intelijen dalam Menghadapi Ketidakpastian Geopolitik dan Ancaman Asimetris' yang digelar di Gedung IASTH UI Salemba, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Mantan Kepala BAIS TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman B. Ponto yang hadir dalam diskusi tersebut menegaskan, intelijen tidak bisa dipisahkan dari struktur komando organisasi.

“Intelijen itu bukan alat. Dia adalah pelaku yang bertanggung jawab itu adalah orangnya, bukan pisaunya,” kata Soleman.


Ia mengibaratkan intelijen seperti pisau yang tidak memiliki kehendak sendiri, melainkan sepenuhnya bergantung pada pengguna.

“Alat ini tidak punya kehendak. Yang punya kehendak adalah orang,” ujarnya.

Soleman juga menekankan fungsi intelijen sebagai pemandu bagi pimpinan, bukan sebagai pengambil keputusan.

“Intelijen tidak pernah menjadi tujuan. Intelijen hanya alat bantu pimpinan,” jelasnya.

Dalam aspek hukum, ia menyebut intelijen bukan subjek, sehingga tanggung jawab tetap berada pada organisasi dan pimpinan.

Di tempat yang sama, pengamat intelijen Rildwan Habib menyoroti pentingnya penguatan sinergi antar lembaga dalam menghadapi ancaman global.

“Sudah saatnya kita mencari formulasi supaya antarlembaga makin saling menguatkan untuk kepentingan ketahanan nasional,” ujar Rildwan.

Ia juga mengungkap kerentanan Indonesia dalam arus lalu lintas data global yang belum sepenuhnya terpantau.

“Informasi perang lewat jalur internet Indonesia tanpa kita bisa tahu apa yang diomongkan di situ,” jelasnya.

Rildwan mendorong pembentukan sistem joint intelligence atau integrasi data lintas lembaga sebagai langkah strategis ke depan.

“Kalau ini mulai kita wacanakan, saya kira ini bisa menjadi satu terobosan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya