Berita

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Kematian Akibat Demam Berdarah Tembus 630 Orang, Cak Imin Desak Kemenkes Optimalkan Layanan Kesehatan

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 04:42 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia menjadi sorotan pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan seiring dengan tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Mengacu pada data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, asus DBD sampai pekan ke-30 tahun ini tercatat 68.903 kasus di 456 kabupaten/kota di 34 provinsi. Sedangkan angka kematiannya tembus 640 kasus.


Kemenkes bahkan mengungkapkan pada pekan lalu, terjadi penambahan 1.311 kasus dan 13 kematian dalam seminggu.
 
"Saya minta pemerintah mengoptimalkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang mengalami kasus DBD tinggi,” kata pria yang karib disapa Cak Imin, Rabu (10/8).

Cak Imin menegaskan pemerintah harus serius menangani, khususnya terkait pelayanan untuk tes DBD, kesiapan tenaga medis, maupun kebutuhan obat-obatan DBD yang memadai.

"Ini warning untuk pemerintah dan kita semua. DBD jangan diabaikan, apalagi ada kemiripan gejala awal pada pasien DBD dengan pasien Covid-19, jadi saya kira perlu pendeteksian dini yang lebih cepat dan akurat," tegasnya.
 
Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu juga mendorong Kemenkes serta Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan upaya pencegahan penularan serta pengendalian peningkatan kasus DBD.

Salah satunya dengan menggalakkan kembali kegiatan bersih-bersih dan melakukan fogging secara berkala, khususnya di wilayah padat pemukiman.
 
Ketua Umum DPP PKB itu mengingatkan pemerintah untuk mengkampanyekan kembali gerakan 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda yang bisa menampung air.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya