Berita

Mayor (Purn) Muhammad Saleh Karaeng Silla/Net

Politik

Purnawirawan TNI Ini Buat Sayembara Ungkap Dalang Buzzer Hoax, Hadiah 20 Juta

MINGGU, 17 JULI 2022 | 12:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberadaan akun media sosial bayaran atau buzzer yang kian merajalela menyebar permusuhan turut menyita perhatian seorang purnawirawan perwira TNI.

Kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, Mayor (Purn) Muhammad Saleh Karaeng Silla meminta agar buzzer penyebar hoax ditertibkan. Tidak hanya itu, dia juga menawarkan hadiah bagi siapa saja yang bisa mengungkap dalang di balik akun-akun anonim yang membanjiri media-media sosial dengan informasi-informasi palsu dan menyesatkan.  

“Saya akan memberi hadiah Rp 20 juta bagi siapapun yang berhasil mengungkap sosok dan dalang di balik buzzer hoax yang sedang diburu," katanya di channel Youtube MPS Sang Mayor Pemersatu, Minggu (17/7).


Saleh meminta Puan untuk mengorek pemilik konten hoax yang merusak moral bangsa saat ini. Salah satu kanal sosial media yang acapkali menyampaikan informasi hoax adalah akun YouTube Politik Indonesia yang sudah diblokir. Menurutnya, kanal Youtube itu kerap menyebarkan informasi palsu tentang tokoh-tokoh Indonesia.

"Channel YouTube tersebut secara jelas dan meyakinkan masuk ke dalam kategori buzzer hoax,” tegasnya.

"Saya beberkan fakta-fakta fitnah dan hoax di channel tersebut. Postingan di channel ini tanggal 5 Juni 2022 memfitnah Ibu Megawati Soekarnoputri dengan judul video “viral ~ PDIP diambang kehancuran”, “di depan Jokowi dan media mega menangis sejadi jadinya” dan ”Jokowi US1R Megawati dari istana!! akibat ulah partainya”,” urai Saleh.

Bukan hanya Megawati yang jadi sasaran, Saleh mengungkapkan bahwa channel ini juga memfitnah Prabowo, Puan Maharani, SBY, AHY hingga Mahfud MD.

Saleh melakukan sayembara kepada masyarakat untuk yang berhasil menangkap pelaku buzzer hoax akan mendapatkan hadiah uang tunai yang tidak sedikit ini, Saleh memberi syarat sebagai berikut.

"Mampu membuktikan sosok/dalang di balik Buzzer Hoax. Bukti berupa dan tidak terbatas pada nama orang, kelompok, alamat lengkap, nomor telp/email, peran orang tersebut di channel/akun hoax yang sedang diburu. Bukti harus bisa diverifikasi, sehingga bisa dengan jelas diketahui bahwa sosok tersebut merupakan pemilik atau pengelola buzzer hoax yang sedang diburu,” katanya.

Informasi mengenai buzzer hoax dikirim ke email LawanBuzzerHoax@gmail.com. Pemenang yang berhasil mengungkap sosok di balik buzzer hoax akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp 20 juta. Hadiah akan dikirim dalam bentuk cash atau via transfer bank.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya