Berita

Perwakilan tetap India untuk PBB, T.S. Tirumurti/Net

Dunia

Kutuk Pembantaian Bucha, India Desak Penyelidikan Independen

RABU, 06 APRIL 2022 | 10:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India mengutuk pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina dan mendorong dilakukannya penyelidikan independen terhadap kejadian tersebut.

Langkah India ini dinilai sebagai kritik terhadap keputusan Rusia menginvasi Ukraina. Mengingat India selama ini berusaha untuk tidak secara eksplisit memberikan pernyataan tegas.

"Laporan terbaru tentang pembunuhan warga sipil di Bucha sangat mengganggu. Kami dengan tegas mengutuk pembunuhan ini dan mendukung seruan untuk penyelidikan independen," ujar perwakilan tetap India untuk PBB, T.S. Tirumurti selama pertemuan Dewan Keamanan pada Selasa (5/4).


Dari laporan Reuters, Tirumurti menyampaikan pidatonya tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

AS sendiri telah berulang kali mendesak India untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Sementara India sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi perangkat keras militer.

New Delhi telah berulang kali menyerukan diakhirinya kekerasan di Ukraina, tetapi telah abstain dari berbagai resolusi PBB tentang perang dalam upaya rumit untuk menyeimbangkan hubungannya dengan Moskow dan Barat.

India, yang saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menjamu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di New Delhi pekan lalu di mana mereka membahas mempertahankan hubungan perdagangan.

Sekitar 150 hingga 300 mayat dilaporkan dikubur dalam kuburan massal oleh sebuah gereja di Kota Bucha, di mana Ukraina menuduh pasukan Rusia membunuh warga sipil.

Moskow membantah menargetkan warga sipil di Ukraina, menyebut gambar orang mati di Bucha adalah palsu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya