Berita

Ilustrasi/Getty Images

Dunia

Rusia Desak Negara-negara Barat Berhenti Memasok Senjata ke Ukraina

MINGGU, 06 MARET 2022 | 14:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia mendesak negara-negara Uni Eropa dan NATO untuk berhenti memasok senjata ke Ukraina.

Dalam laporannya, kantor berita negara Rusia RIA menyebut Moskow khawatir jika rudal anti-pesawat Stinger yang dipasok ke Ukraina dapat berakhir di tangan teroris. Pada gilirannya, rudal tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi maskapai.

Rudal Stinger membentuk bagian dari sistem pertahanan utama Ukraina terhadap serangan dari Rusia, seperti dikutip AFP.


Dikenal ringan dan relatif cepat, rudal ini dianggap efektif dapat bertahan melawan ancaman udara, seperti pesawat terbang rendah, helikopter, dan drone kecil.

Para pejabat Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengatakan pihaknya telah mengirim rudal Stinger ke Ukraina untuk pertama kalinya pada pekan ini.

Senjata lain yang dikirim AS termasuk rudal Javelin, sistem roket anti-tank, dan amunisi.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bantuan militer senilai 350 juta dolar AS telah disetujui untuk membantu mempertahankan diri dari perang Rusia yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan.

Di samping AS, Jerman sebelumnya mengumumkan telah memutuskan untuk mengirim rudal Stinger, bersama dengan rudal Strela era Soviet, untuk mendukung Ukraina.

Swedia dan Finlandia, yang telah mengambil sikap non-blok sejak berakhirnya Perang Dingin, juga telah mengubah pendirian mereka setelah invasi Rusia, dengan mengirimkan senjata ke Ukraina.

Senjata yang dikirim ke Ukraina termasuk peluncur roket dari Belanda, rudal Javelin dari Estonia, senapan mesin dan senapan sniper dari Republik Ceko, serta lebih banyak rudal Stinger dari Polandia dan Latvia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya