Berita

Ketua Komite Tetap Energi Baru Terbarukan Kadin Pusat, Muhammad Yusrizki/Ist

Nusantara

Kadin: Jangan Hanya Jadi Konsumen Energi Hijau, Indonesia Harus Jadi Electro State

SELASA, 08 FEBRUARI 2022 | 12:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sesuai dengan komitmen dunia untuk mengendalikan perubahan iklim dalam Conference of Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Inggris tahun lalu, Indonesia harus membuat gerakan.

Besarnya urgensi melakukan transformasi energi ke depan akan melahirkan lebih banyak electro state yang menjadi pusat energi baru terbarukan (EBT).

Dalam hal ini, Ketua Komite Tetap Energi Baru Terbarukan Kadin Pusat, Muhammad Yusrizki mengatakan, Indonesia harus berupaya menjadi electro state.


"Dampaknya, investor tidak akan masuk ke Indonesia jika tak punya upaya besar dalam membangun energi terbarukan," kata Yusrizki dalam paparannya selama kegiatan HUT ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kendari, Selasa (8/2).

Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni ITB menjelaskan, transformasi energi bukan hanya berdampak bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga pada tatanan geopolitik dunia.

Hal itu juga telah disadari oleh negara-negara tetangga. Buktinya, Australia telah mengekspor EBT ke Singapura melalui kabel bawah laut yang bahkan melewati wilayah Indonesia.

Selain itu, Yusrizki menyebut, Singapura juga berniat menjadi pemimpin program dekarbonasi Asia ke depan. Dengan itu, Singapura dapat menjadi kekuatan energi hijau dan pusat EBT di Asia.
 
"Di sini pentingnya kita paham geopolitik," tekannya.

Menyoroti konsep tol laut yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Yusrizki menilai, Indonesia juga perlu membangun tol energi untuk interkoneksi di tanah air.

Jika interkoneksi energi di Indonesia sudah terbentuk, maka itu akan menjadi fondasi untuk bersaing dengan negara lain di dunia.

Kendati begitu, Yusrizki menggarisbawahi, transformasi energi perlu menjadi isu sentral yang harus dipahami dan disadari pentingnya oleh semua pemangku kepentingan dan elit politik.

"Kita harus jadi electro state. kalau enggak Indonesia hanya akan jadi konsumen energi hijau," tandasnya.

HUT ke-2 JMSI juga turut dihadiri oleh sejumlah pihak, baik virtual maupun langsung. Mereka di antaranya adalah Ketua KPK Firli Bahuri, Menteri BUMN Erick Thohir, Pengurus HIPMI Pusat Anggawira, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, hingga Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Bupati Buton La Bakry, dan Walikota Kendari Sulkarnain Kadir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya