Berita

Dunia

Amnesty International: Israel Paksakan Apartheid pada Palestina

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 00:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina. Oleh karena itu, mereka harus bertanggung jawab karena memperlakukan mereka sebagai kelompok ras yang lebih rendah.

Begitu kata kelompok Amnesty International dalam sebuah laporan baru setebal 280 halaman yang dilis pada Selasa (1/2).

Dalam laporan itu, kelompok hak asasi terkemuka itu merinci mengenai bagaimana otoritas Israel menegakkan sistem penindasan dan dominasi terhadap Palestina.


Investigasinya yang memberatkan mencantumkan berbagai pelanggaran Israel, termasuk penyitaan luas tanah dan properti Palestina, pembunuhan di luar hukum, pemindahan paksa, pembatasan gerakan drastis, penahanan administratif dan penolakan kewarganegaraan dan kewarganegaraan kepada orang Palestina.

Amnesty International menggambarkan ini sebagai komponen dari sistem yang sama dengan apartheid di bawah hukum internasional.

“Sistem ini dipertahankan oleh pelanggaran yang Amnesty International temukan sebagai apartheid sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menolak laporan itu dan menilai bahwa laporan itu bertentangan dengan kenyataan.

"Amnesti menggemakan kebohongan yang sama yang dimiliki oleh organisasi teroris," ujarnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Dia juga menuduh Amnesty memiliki agenda anti-Semit.

“Saya benci menggunakan argumen bahwa jika Israel bukan negara Yahudi, tak seorang pun di Amnesty akan berani menentangnya, tetapi dalam kasus ini, tidak ada kemungkinan lain,” jelasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya