Berita

Aktivis Filipina dan korban darurat militer lakukan aksi protes menentang pencalonan putra Ferdinand Marcos dalam pemilihan 2022, di luar Makam Pahlawan Nasional di Taguig, Metro Manila, Filipina, Kamis/Net

Dunia

Protes Pencalonan Anak Mantan Diktator pada Pilpres Filipina, Aktivis: Jangan Pernah Lagi, Marcos Bukan Pahlawan!

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 17:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meski digelar tahun depan, suasana panas jelang pemilihan presiden Filipina telah terasa di kalangan masyarakat, terutama aktivis anti-Ferdinand Marcos yang putranya akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Tepat di hari peringatan pemakaman sang diktator, Kamis (17/11) waktu setempat, ratusan aktivis melakukan protes untuk mengecam mantan orang kuat Filipina itu.

“Kami di sini untuk memberi tahu orang-orang bahwa Marcos bukanlah pahlawan. Dia adalah seorang diktator,” kata pengacara hak asasi manusia dan mantan anggota parlemen, Neri Colmenares, yang menurut pengakuannya telah disiksa dan dipenjara selama masa 14 tahun pemerintahan darurat militer, seperti dikutip dari Bangkok Post.


Colmenares dan setidaknya seratus pengunjuk rasa lainnya berdiri di pintu masuk pemakaman pahlawan nasional, meneriakkan "Jangan pernah lagi, dan tidak pernah lagi Darurat Militer", sambil membawa plakat dan spanduk hitam besar bertuliskan ‘Marcos hindi bayani’ yang artinya Marcos bukan pahlawan.

Para pengunjuk rasa menggelar pawai yang berakhir di pemakaman di ibukota Manila, di mana lima tahun lalu Marcos dimakamkan dengan penghormatan militer, hampir 30 tahun setelah kematiannya di Hawaii.

Banyak orang di Filipina yang marah dengan cara keluarga Marcos merahasiakan waktu pemakaman.

“Kami berharap pesan kami akan bergema di seluruh negeri, karena ‘Marcos lainnya’ ingin kembali ke Malacanang (istana presiden),” kata Colmenares, merujuk pada satu-satunya putra mendiang diktator yang mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan tahun depan.

Selama darurat militer yang dipimpin Marcos, 70.000 orang dipenjara, 34.000 disiksa, dan 3.240 dibunuh, menurut data dari Amnesty International. Ribuan korban diberi kompensasi menggunakan uang yang berasal dari rekening bank Marcos di Swiss yang berhasil dipulihkan oleh pemerintah.

Keluarga Marcos adalah salah satu dinasti paling terkenal di negara itu dan meskipun jatuh dari kasih karunia, ia telah mempertahankan koneksi politik yang luas dan kuat.

Marcos Jr. ingin menggantikan Presiden Rodrigo Duterte, yang masa jabatannya selama enam tahun berakhir tahun depan. Sara Duterte-Carpio, putri presiden yang populer, akan menjadi calon pasangan Marcos.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya