Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal Angkatan Udara AS Akui Rudal Hipersonik China Bikin Pentagon Was-was

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 13:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peluncuran uji coba rudal hipersonik China disebut-sebut membuat Pentagon merasa khawatir. Hal itu terungkap dalam wawancara eksklusif antara Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara AS John Hyten dengan CBS News.

Hyten bahkan menyebut senjata yang diuji berpotensi digunakan dalam bentrokan nuklir.

"Itu adalah kemampuan yang sangat signifikan yang memiliki potensi untuk mengubah banyak hal," kata Hyten kepada CBS News, seperti dikutip dari Russian Today, Kamis (17/11).


Menurutnya, China meluncurkan rudal jarak jauh mengelilingi seluruh dunia dan memiliki dampak besar.

Ditanya apakah hulu ledak mencapai target, Hyten menjawab, “cukup dekat.”

“Mengapa mereka membangun semua kemampuan ini? Mereka terlihat seperti senjata yang digunakan pertama kali,” kata Hyten. "Seperti itulah senjata-senjata itu bagiku," lanjutnya.

Beijing telah membantah laporan media Barat tentang uji coba rudal hipersonik, dengan kementerian luar negerinya mengatakan bahwa itu adalah kendaraan luar angkasa.

Sebelumnya, Ketua Kepala Gabungan Jenderal Mark Milley menggambarkan uji coba China sangat mendekati "momen Sputnik," mengacu pada peluncuran satelit orbital pertama oleh Uni Soviet pada tahun 1957.

Menyebut peluncuran China cukup mengesankan dari perspektif teknologi, Hyten mengatakan itu berbeda dari peluncuran Sputnik, karena itu telah menciptakan rasa urgensi di AS, sedangkan tes 27 Juli tidak.

"Saya pikir itu mungkin harus menciptakan rasa urgensi," katanya.

Kekhatiran AS beralasan. Rudal Hipersonik disebut-sebut memiliki keunggulan yang melebihi rudal buatan AS. Pemimpin media corong pemerintah China bahkan berani mengatakan; AS mungkin dapat menghancurkan China 10 kali, tetapi kami akan memastikan bahwa kami memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan AS sekali.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya