Berita

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J Rachbini/Net

Politik

Akui Erick Thohir Profesional yang Baik, Didik Rachbini: Tapi Saya Ragu Dia Kuat dengan Kondisi BUMN

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 21:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diambang kehancuran lantaran hantaman pandemi Covid-19 yang melanda dalam kurun waktu setahun ini. Segala upaya dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan beberapa perusahaan plat merah agar dapat bangkit kembali di tengah keterpurukan.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J Rachbini berpendapat, sosok Erick Thohir merupakan menteri yang profesional dalam hal kinerja. Namun dia menduga mantan bos Inter Milan itu akan kesulitan menghadapi permasalahan BUMN.

"ET kita akui sebagai profesional yang baik, tapi saya kira lama-lama bisa enggak kuat juga dia, dan memasukkan orang sembarangan di dalam BUMN ini," ucap Didik dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema 'Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional' di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/11).


Rektor Universitas Paramadina ini mengatakan, saat ini sudah ada tanda-tanda bahwa seorang profesional yang masuk ke dalam kultur politik akan bisa terseret.

"Tetapi lihat (ada) teman-teman yang tidak profesional masuk City Bank Sreet terus jadi profesional, masuk lagi ke bank kita (miliki negara) sebelum krisis (pandemi) menjadikan (kinerja BUMN) loyo lagi," katanya.

Meski begitu, Didik melihat peluang perbaikan saat Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Glasglow beberapa waktu lalu berbicara tentang adanya potensi pasar carbon yang tinggi di Indonesia. Menurutnya, itu bisa menjadi kesempatan untuk negara dan juga BUMN mengambil peluang tersebut.

"Ke depan sebenarnya ada tugas penting yang harus dilakukan BUMN, bahwa carbon trading itu potensinya 2.500 triliun, kira-kira hampir dua kali dari ekspor kita pertahun itu sebenarnya," katanya.

"Cuman (harus) mensertifikasi lahan-lahan  yang dulu dibuang, lahan gambut hutan ditanam lagi," demkian Didik J Rachbini.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya