Berita

Politisi Golkar, Nusron Wahid (tengah) saat menghadiri diskusi di Gedung Nusantara III, Senayan, Selasa (16/11)/RMOL

Politik

Nurdin Halid Lamar Ganjar, Nusron Wahid: Pokoknya Golkar Presidennya Airlangga Hartarto

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 16:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid dengan berkelakar melamar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mendampingi Airlangga Hartarto dalam pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Pernyataan Nurdin di hadapan relawan Ganjar ini kemudian menjadi perbincangan publik.

Sekjen PDI Perjuangan bahkan merespons kelakar Nurdin Halid dengan menuding Partai berlambang beringin itu sedang putus asa, karena tidak memiliki tokoh untuk diusung pada Pilpres 2024 mendatang.


Merespons dinamika itu, Politisi Golkar Nusron Wahid mengaku belum mengetahui adanya pernyataan Nurdin Halid yang melamar Politisi PDIP Ganjar Pranowo.

"Nurdin Halid nawar Ganjar ke Golkar? Serius?” kata Nusron terkejut mendapatkan pernyataan tersebut, di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (16/11).

Nusron menegaskan, saat ini pihaknya menunggu pernyataan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto apakah memutuskan maju atau tidak di Pilpres 2024 mendatang.

"Saya nunggu Pak Airlangga saja. Pokoknya calon presiden Golkar Pak Airlangga, kita belum mikir wakil. Wakilnya siapapun nanti, pokoknya presiden Pak Airlangga. Ok,” tutupnya.

Saat menghadiri diskusi tentang Relawan Capres di Senayan, Kamis (11/11), Nurdin Halid meminta Ketua Umum Ganjarist Mazdjo Pray tidak berkecil hati, jika nantinya PDI Perjuangan tidak memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

Seraya berkelakar, Nurdin melontarkan tawaran bagi pendukung Ganjar agar tetap optimis dan Partai Golkar terbuka untuk menerima Ganjar jika ke depan didepak oleh PDI Perjuangan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya