Berita

Selama menjabat Presiden, Jokowi nampak sangat percaya pada Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Jokowi Hanya Percaya Luhut, Andi Nurpati: Presiden Jangan Hanya Percaya Satu Orang di Kementerian

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 19:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Nurpati menyoroti dominannya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).

Dominannya peran Luhut, di mata Andi Nurpati akan menimbulkan kementerian yang lain bekeja dengan pasif.

"Untuk semua urusan pemerintahan kepada beliau ini yang justru membuat kementerian lain tidak memiliki jabatan apapun,” demikian dikatakan Andi dalam acara diskusi virtual Parwa Institute bertemakan ‘Kinerja Menteri, Siapa yang Paling Progres atau Jeblok’, Jumat (24/9).


Andi menerangkan, adapun hasil poling terhadap survei kinerja para menteri sebatas sepengetahuan luar semata. Padahal, tambah mantan Komisioner KPU RI ini, seharusnya masyarakat juga perlu menilainya secara politis.

“Hasil survei masyarakat mereka tidak mengerti secara politis secara regulasi secara kebijakan jadi masyarakat melihat apa yang sering muncul apa yang sering ini dan seterusnya,” imbuhnya.

Sebagai politisi, Andi berpandangan, Luhut seharusnya tidak menyerobot kerja kementerian lain. Termasuk apabila Presiden Jokowi memberikan mandat, Luhut bisa mengalihkan tugas pokok dan fungsinya kepada kementerian lain.

Terkait dengan Jokowi, Luhut bisa memberikan masukan pada orang nomor satu di Indonesia itu untuk tidak hanya percaya pada satu orang menteri.

“(Kepercayaan pada satu menteri) yang menyebabkan kinerja kementerian itu menjadi tidak jelas. Seharusnya kalau kita bicara manajemen, bagaimana sih menjadi teamwork yang baik agar yang lain tidak merasa ada kesenjangan,” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya