Berita

akil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatdmojo/Net

Bisnis

Iklim Usaha di Dunia Membaik Jelang Dua Tahun Pandemi, BUMN Dorong Transformasi Pelayanan Digital

SELASA, 21 SEPTEMBER 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mayoritas perusahaan di seluruh dunia babak belur jelang dua tahun pandemi Covid-19. Namun, seiring mulai melandainya penularan dengan diberlakukan berbagai kebijakan ketat, pemulihan baik dalam sektor kesehatan, ekonomi dan sosial berangsur membaik.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatdmojo mengatakan, saat ini seluruh dunia sedang berusaha untuk bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi yang menghantam selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Sehingga ia melihat, banyak perusahaan yang membangun optimismenya agar bisa memulai kembali usahanya dengan model berbisnis gaya baru yang melibatkan platform digital.


"Di seluruh dunia saat ini mood-nya adalah mood untuk recovery, ini penting untuk kita membangun optimisme ya," ucap Kartika dalam webinar Datacore.id bertajuk 'Strategi Penyelamatan Perusahaan di Masa Pandemi Covid-19', Selasa (21/9).

Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia perlu beradaptasi dengan pandemi Covid-19, dan menganggap hidup berdampingan dengan Covid-19 ini sebagai gaya hidup normal baru yang harus dihadapi untuk membangun optimisme.

"Karena, tentunya tantangan Covid-19 ini harus sebagai tantangan jangka panjang dan saya rasa istilah bahwa kita akan hidup dengan Covid-19 sebagai formality itu harus diadopsi secara penuh," tuturnya.

Kartika menekankan tiga hal yang bisa dilakukan untuk memulai transformasi BUMN. Di mana yang pertama menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan tetap memperluas cakupan vaksinasi.

"Ini menjadi kunci utama untuk recovery termasuk penggunaan platform seperti Peduli Lindungi," katanya.

Kemudian yang kedua, adaptasi ekonomi para perusahaan BUMN sektor perbankan bisa menjadi contoh transformasi bagi perusahaan-perusahaan di masa new normal. Yang salah satu bentuknya adalah menggunakan aplikasi superapps

"Layanan superapps bisa membantu masyarakat agar tidak repot mengantri di ATM dan berbelanja menggunakan uang cash, bisa digunakan seemless tanpa perlu ada interaksi dengan pegawai kita," tuturnya.

Dengan cara itu, Kartika membayangkan nasabah tidak perlu mengantri lagi di cabang atau untuk mengambil uang di atm ataupun teller bank. Dirinya bahkan mengkalkulasi, akan ada 90 persen transaksi bisa dilalui dalam platform superapps di masing-masing bank digital.

"Diharapkan menjadi kunci bahwa tadi protokol kesehatan dan vaksinasi juga adaptasi kepada layanan yang baru,” imbuhnya.

Membangun usaha model baru, lanjut sosok yang kerap disapa Tiko ini, juga salah satu strategi menyelamatkan perusahaan di era pandemi Covid-19. Pasalnya, selama menghadapi masa krisis kesehatan setahun lebih yang lalu, muncul segmen ekonomi baru yang tumbuh positif. Di mana salah satunya adalah dengan menggunakan layanan digital.

"Kalau kita lihat bisnis umkm untuk makanan ya. Sebagai contoh justru demand untuk delivery food kan luar biasa besar. Saya rasa banyak pengusaha UMKM yang shifting menjadi pengusaha untuk menjadikan bisnisnya menjadi delivery,"  tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya