Berita

Politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan/Net

Politik

Abdul Mu'ti Beri Peringatan ke Masyarakat Waspada Politikus Ikan Lele, Arteria: Itu Sinyal untuk Semua Agar Mawas Diri

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 13:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Istilah "Politikus Ikan Lele" kembali menggema di publik kini, setelah sebelumnya pernah disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif.

Namun, istilah yang menyindir orang-orang yang kerap ingin tampil untuk memperkeruh suasana itu, kini disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Maksud Abdul Mu'ti menggemakan kembali istilah tersebut adalah untuk memperingati masyarakat agar waspada dan tidak terpancing orang-orang yang memperkeruh suasana di tengah perburukan kondisi pandemi Covid-19.


Pernyataan Abdul Mu'ti tersebut ditanggapi serius oleh politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan. Karena menurutnya, apa yang terucap dari tokoh Muhammadiyah itu mesti dikaji mendalam.

"Kalau keluar dari mulut seorang Prof. Abdul Mu'ti, harus kita cermati baik-baik," ujar Arteria  kepada wartawan, Jumat (6/8).

Bagi Arteria, sosok Abdul Mu'ti adalah negarawan yang menjadi salah satu guru bangsa. Tentu, setiap pernyataannya perlu ditelaah maksud dan pesan yang disampaikan.

"Pastinya ungkapan itu harus jadi bahan introspeksi bagi semua politisi dan bahkan bahan introspeksi kita semua saat kita menghadapi bencana non alam pandemi Covid-19," jelasnya.

Selain itu, kata anggota DPR RI ini, sosok Abdul Mu'ti adalah orang yang jarang muncul ke ruang publik untuk menyampaikan pernyataan politik.

"Kalau saat ini beliau sampaikan istilah "politikus ikan lele", tentu sudah seyogyanya menjadi signal atau pertanda kita semua harus mawas diri," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya