Berita

Pasangan putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020/Net

Politik

Tidak Cukup dengan Bangga, DPR Minta Pemerintah Beri Bonus Sepadan pada Greysia/Apriyani

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 16:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Torehan medali emas pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 adalah hal yang sangat luar biasa.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, capaian prestasi tersebut di luar dugaan. Sebab, ganda puteri Indonesia tidak pernah melaju sampai final sejak era Olimpiade 1992.

"Semacam prestasi yang di luar dugaan banyak pihak, karena ini pertama kalinya ganda putri masuk dalam final di olimpiade dan langsung menyabet medali emas," ujar Syaiful Huda kepada wartawan, Senin (2/8).


Syaiful pun mendorong pemerintah untuk menyiapkan bonus yang sepadan dengan perjuangan Greys-Apriyani yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di arena olimpiade Tokyo 2020.

Menurut Politisi PKB ini, tidak cukup dengan kebanggan atas raihan pasangan yang dilatih pelatih Eng Hian ini.

Ia meminta pemerintah memberikan apresiasi yang sepadan atas rekor medali emas yang berhasil digenggam usai kalahkan jagoan China.

"Supaya ini bisa menjadi preseden baik bagi seluruh cabor apapun ketika berprestasi di kancah internasional terutama olimpiade harus diberikan apresiasi setinggi-tingginya oleh pihak pemerintah," terangnya.

Selain itu, lanjut Syaiful Huda, bonus dari pemerintah juga bisa menjadi motivasi lahirnya atlet-atlet potensial yang bisa mengkhususkan dirinya di dunia olahraga.

"Juga supaya tumbuh generasi atlet-atlet baru yang semakin concern mempertaruhkan hidupnya untuk cabor olahraga apapun," tandasnya.

Greys-Apri berhasil menumbangkan jagoan China Chen Qingchen/Jia Yifan dalam dua set langsung dan memakan waktu 57 menit.

Pasangan ganda putri itu adalah pasangan putri pertama Indonesia yang berhasil menembus final.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya