Berita

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI fraksi Partai Golkar, Melkiades Laka Lena/Net

Politik

Pimpinan Komisi IX: PPKM Berikan Catatan Positif Pada Penanganan Pandemi

SELASA, 27 JULI 2021 | 22:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia semakin optimis dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan catatan penurunan kasus konfirmasi positif belakangan ini.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena mengatakan, optimisme itu terjadi dalam catatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Pertama kalau kita melihat bahwa angka-angka positif dari pertengahan Juli sampai saat ini angka yang terkonfirmasi positif sudah relatif lebih menurun," ujar Melki kepada wartawan, Selasa, (27/7).


Indikator lainnya, kata Melki, adalah turunnya tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau BOR di beberapa wilayah yang menerapkan PPKM level 4.

"Di Jakarta dan di berbagai daerah di Jawa-Bali dan di level 4 yang lain yang sudah ada penerapan PPKM angka BOR juga semakin menurun dan ini merupakan satu hal positif juga yang bisa kita syukuri," tuturnya.

Lanjut legislator Partai Golkar ini, PPKM yang membatasi aktifitas masyarakat saat tingkat penularan virus (positivity rate) tinggi, juga mampu meningkatkan angka kesembuhan dari orang-orang yang sebelumnya terpapar.

Melki berharap, tren positif ini dapat didukung terus oleh masyarakat sebagai hulu dari penanganan pandemi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga kepada pemerintah untuk gencar melakukan tracing, testing dan treatment (3T).

"Tentu tren yang sudah baik ini perlu kita jaga bersama tetap jaga protokol kesehatan di level hulu, melaksanakan 3T dan juga isolasi," pungkasnya.

Pada hari ini, jumlah pasien Covid-19 yang berhasil sembuh bertambah hingga 47.128 orang. Angka ini lebih tinggi dari tambahan kasus positif yang tercatat sebanyak 45.203 orang.

Namun akibat tambahan itu, kini kasus sembuh Covid-19 di Indonesia sudah sebanyak 2.596.820 orang atau menapai 80,2 persen dari total kasus positif yang sebanyak 3.239.281 orang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya