Berita

Pasukan keamanan Israel di tengah bentrokan dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem/Net

Nusantara

HMI UPI: Dunia Harus Tindak Tegas Aksi Teror Israel, Jangan Tebang Pilih

JUMAT, 14 MEI 2021 | 09:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina seperti halnya kelompok teroris, dan telah banyak melanggar kesepakatan internasional.

Dengan begitu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (Koorkom UPI) Muhammad Zeinny mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah bersama negara-negara lain untuk menghentikan kekerasan Israel.

Zeinny mengatakan, penyerangan polisi Israel terhadap jemaah yang tengah melakukan shalat tarawih di Masjid Al Aqsa dengan granat kejut dan peluru karet telah melukai hati seluruh umat Muslim dunia.


"Semua pihak, saya pikir harus mengutuk serangan mengerikan ke Masjid Al Aqsa, yang sayangnya terjadi di setiap bulan Ramadhan," ujar Zeinny, seperti dikutip Kantor Berita RMOL Jabar, Jumat (14/5).

"Tindakan ini sama dengan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris yang menyasar rumah ibadah agama lain, tapi ini lebih parah karena dilakukan berulang-ulang oleh entitas negara, dan menyalahi berbagai kesepakatan internasional," ujar Zeinny.

Ia mengatakan, dunia internasional harus mengentikan dan menindak tegas tindakan Israel, termasuk penggunaan sanksi berat, mengucilkannya secara politik, ekonomi, maupun perdagangan internasional.

"Lembaga internasional, baik itu PBB, OKI, Liga Arab, dan komunitas HAM internasional untuk segera bersidang, dan melakukan tindakan konkret. Jangan sampai ada pembiaran serta tebang pilih," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya