Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Filipina Akan Memulai Vaksinansi, Tentara Menjadi Salah Satu Yang Diprioritaskan

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 15:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah sempat mengalami penundaan, akhirnya Filipina akan memulai vaksinasi. Tentara menjadi bagian dari rombongan pertama yang akan menerima dosis pertama suntikan vaksin, menurut laporan kantor militer pada Kamis (25/2).

Kedutaan Besar China di Manila mengatakan, bahwa sebanyak 600 ribu dosis vaksin Sinovac yang merupakan donasi dari Beijing akan tiba pada hari Minggu (28/2). Pihak militer mendapat jatah sebanyak 100 ribu dari dosis tersebut, seperti dilaporkan AFP, Jumat (26/2).

Tentara yang paling berisiko terpapar virus akan diprioritaskan dan harus mengambil vaksin yang tersedia pada saat itu.


Walau tentara menjadi bagian dari yang pertama mendapat suntikan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kelompok mana saja yang akan mendapatkan dosis pertama ini, dan kaan tepatnya suntikan dilaksanakan, kecuali keterangan 'pekan depan'.

Yang pasti, anggota militer harus mendapatkan vaksin, tidak boleh menolak karena itu adalah kewajiban, menurut juru bicara militer, Mayjen Edgard Arevalo.

Presiden Rodrigo Duterte pernah mengatakan bahwa dia bersedia menjadi orang pertama yang menerima vaksin, menyusul keterangan dari otoritas kesehatan bahwa alokasi dan peluncuran vaksin masih 'dievaluasi'.

Filipina tengah menghadapi tekanan untuk memulai peluncuran vaksin, setelah ada tuduhan bahwa para pejabat sangat lalai dan kurang bertanggung jawab atas pengadaan dan pengiriman vaksin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya