Berita

Dua miliarder Korea Selatan, Kim Beom-su dan Kim Bong-jin/AFP

Dunia

Bukan Dari Keluarga Chaebol, Dua Miliarder Korsel Rela Sumbangkan Setengah Kekayaannya

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 14:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tidak seperti konglomerat Korea Selatan lainnya yang berasal dari keluarga Chaebol, Kim Beom-su dan Kim Bong-jin bekerja sendiri untuk mendapatkan kekayaannya

Dua miliarder tersebut bahkan berkomitmen untuk menyerahkan setengah dari kekayaan mereka untuk disumbangkan.

Bulan lalu, Kim Beom-su, pendiri aplikasi perpesanan terbesar di Korea Selatan, Kakao Talk, mengumumkan akan menyumbangkan lebih dari setengah asetnya yang diperkirakan mencapai 9,6 miliar dolar AS untuk membantu menyelesaikan masalah sosial.


Tak lama kemudian, Kim Bong-jin dari aplikasi pengiriman makanan Woowa Brothers dan istrinya, Bomi Sul, menjadi orang Korea Selatan pertama yang menandatangani Giving Pledge, sebuah inisiatif yang dibentuk Bill dan Melinda Gates bagi para miliarder untuk memberikan setidaknya setengah kekayaan mereka.

Kedua Kim itu sangat kontras dengan sebagian besar konglomerat di Korea Selatan, mengingat mereka lahir dari keluarga biasa.

Orangtua Kim Bong-jin merupakan pengusaha restoran kecil. Menurutnya, kekayaan harus digunakan untuk memberi masyarakat yang tidak beruntung.

"Kami yakin bahwa sumpah ini adalah warisan terbesar yang dapat kami sediakan untuk anak-anak kami," ujar Kim Bong-jin dan istrinya, seperti dikutip AFP.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya