Berita

Gedung parlemen Jerman, Bundestag/Net

Dunia

Ketahuan Beri Denah Gedung Parlemen Ke Intel Rusia, Pria Asal Jerman Dituding Jadi Mata-mata

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 17:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang pria asal Jerman diduga telah menjadi mata-mata untuk agen intelijen Rusia dengan mengumpulkan informasi rahasia dari gedung parlemen.

Pria tersebut diidentifiksi sebagai Jens F, seorang pekerja kontrak yang bertugas memelihara perangkat listrik portabel di gedung parlemen Jerman, Budestag. Ia dituduh menjadi melakukan spionase setelah kedapatan mengumpulkan file komputer berisi denah lantai gedung parlemen.

Jaksa federal menyebut Jens menyerahkan denah tersebut kepada agen intelijen Rusia (GRU) yang berada di Kedutaan Besar Rusia di Berlin antara Juli hingga September 2017.


Dalam siaran pers pada Kamis (25/2), tuduhan terhadap pria itu telah diajukan pada 12 Februari, seperti dikutip Sputnik.

Namun sejauh ini jaksa penuntut tidak memberikan informasi atau bukti lebih lanjut, atau kemungkinan motif dari kejahatan yang dituduhkan.

Di bawah KUHP Jerman, bekerja sebagai agen untuk dinas intelijen asing diancam hukuman penjara untuk jangka waktu tidak lebih dari lima tahun dan/atau denda.

Untuk kasus yang serius, hukuman akan mencapai sepuluh tahun penjara.

Tuduhan spionase itu muncul di tengah ketegangan atas pembangunan megaproyek Nord Stream 2. Proyek infrastruktur energi itu disebut akan memberikan Jerman dan negara-negara Eropa lainnya hingga 55 miliar meter kubik gas Rusia tambahan per tahun melalui pipa di dasar Laut Baltik.

Tetapi Washington dan sekutu Eropanya berupaya menghentikan proyek tersebut dan menekan Eropa untuk membeli gas alam cair dari AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya