Berita

Ketua Umum IPHI, Ismed Hasan Putro/Net

Politik

IPHI: Alim Ulama, Tokoh Adat Dan Masyarakat Harus Tabayun Atas Penembakan Laskar FPI

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 17:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) prihatin dan menyesalkan atas terjadinya peristiwa kelabu tewasnya enam laskar Front Pembela Islam akibat tembakan Polisi.

"Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas peristiwa penembakan yang mengakibatkan 6 orang santri muda anggota Front Pembela Islam (FPI) meninggal dunia," ujar Ketua Umum IPHI, Ismed Hasan Putro dalam keterangannya, Rabu (9/12).

IPHI, kata Ismed, mendesak segera dibentuk tim pencari fakta (TPF) independen untuk mengurai fakta yang sebetulnya terjadi.


"TPF Independen yang melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lembaga-lembaga independen dan tokoh-tokoh kredibel penggiat kemanusiaan dan hak asasi manusia untuk menyelidiki dan menyusut secara tuntas dan transparan kasus ini," jelasnya.

Lanjutnya, IPHI mendorong semua pihak agar mengedepankan dan menghargai proses hukum secara konsisten dan konsekuen serta meminta pimpinan Polri untuk bersikap jujur dan memberi informasi sebenar-benarnya terkait peristiwa itu.

Ismed juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat bersama tokoh agama untu senantiasa  tabayun atas peristiwa tersebut.

"Kami meminta  alim  ulama, tokoh adat beserta masyarakat untuk tetap  tenang dan terus melakukan tabayun terhadap semua informasi terkait peristiwa kelabu yang terjadi dan tidak mudah terprovokasi," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya