Berita

Tim Sukses Pasangan calon Gubernur Kalimantan Tengah, Ben Ibrahim-Ujang Iskandar menjadi korban dugaan tindak kekerasan/Net

Politik

Jelang Coblosan, Bupati Lamandau Diduga Lakukan Tindak Kekerasan Terhadap Timses Ben–Ujang

SELASA, 08 DESEMBER 2020 | 21:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tindakan kekerasan diduga terjadi jelang pencoblosan Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah 2020.

Dugaan tindak kekerasan diungkapkan Marukan Hendrik, Tim Sukses Pasangan calon Gubernur Kalimantan Tengah, Ben Ibrahim-Ujang Iskandar.

Dugaan tindakan kekerasan itu terjadi di Kabupaten Lamandau yang dialami anggota tim sukses Ben-Ujang yang dilakukan oleh Bupati Lamandau Hendra lesmana, yang juga merupakan sepupu Petahana Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran sekaligus tim suksesnya.


“Pak Hendra datang langsung memukul orang-orang yang ada di lapangan tersebut,” kata Marukan dalam keterangannya, Selasa (8/12).

Marukan menceritakan awal kejadian pemukulan terhadap tim sukses Ben-Ujang tersebut.

Ia menuturkan awalnya ada informasi dari masyarakat yang sampai ke tim sukses Ben-Ujang bahwa ada upaya politik uang dengan pembagian sembako dan uang di Kabupaten Lamandau.

Untuk itu, anggota tim sukses Ben-Ujang datang ke lokasi pembagian politik uang tersebut.

Di tempat kejadian, anggota tim sukses Ben-Ujang menghadang pembagi sembako dan amplop untuk politik uang tersebut. Dan di saat itulah Bupati Lamandau, Hendra Lesmana datang dan langsung melakukan pemukulan kepada anggota tim sukses Ben-Ujang.

“Menurut keterangan mereka di lapangan, karena saya tidak di lapangan, hanya berupa laporan saja, bahwa Bupati Lamandau, Hendra, datang langsung memukul orang-orang yang ada di lapangan tersebut, diantaranya yang kena pukul adalah Eman, Dadi, Deri, sedangkan Ujang Bento dipukul tetapi dia bisa menangkis,” jelas Marukan.

Marukan juga menuturkan saat ini kasus tindak kekerasan Bupati Lamandau ini sudah sampai ke Kepolisian Resor Kabupaten Lamandau untuk ditindaklanjuti.

“Pada saat ini mereka sedang melapor ke kepolisian dulu untuk memintakan surat tugas untuk visum,” katanya.

Marukan juga menceritakan, selama anggota tim sukses Ben-Ujang menanggapi informasi yang disampaikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah terkait politik uang di Kabupaten Lamandau, mereka sudah mengumpulkan bukti sebanyak tiga titik sebelum mengalami tindak kekerasan oleh Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, di titik keempat tersebut.

“Dari kemarin tim Ben-Ujang menemukan fakta dilapangan bahwa ada bagi-bagi beras dari tim tertentu yang mengatasnamankan Baznas dan juga PT tertentu, begitu di SP Satu Sematu Jaya, kemudian juga ada di Batu Kotam," tuturnya.

"Selanjutnya, pada sore harinya, kami ada juga di SKPH, lalu tim meluncur ke sana dan memang menemukan fakta ada bagi-bagi beras, bagi-bagi minyak goreng, seperti itu. Dan untuk tadi malam kita adakan penjagaan lalu kita dapati berupa barang beras, kemudian minyak goreng, kemudian uang dalam amplop,” imbuhnya.

Sambungnya, mereka juga mendapatkan kabar bahwa kegiatan ada pembagian di Kota Nanga Bulik.

"Tim kami bergerak untuk mencari tahu dan ternyata menemukan satu, dibagikan oleh seseorang lalu dicegat,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya