Berita

Penumpang dari Israel menunggu di ruang tunggu bandara Dubai/Net

Dunia

160 Warga Israel Ditolak Masuk UEA, Ditahan Di Bandara Berjam-jam

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 15:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menolak memberikan izin masuk kepada ratusan warga Israel yang baru tiba di bandara Dubai pada Senin pagi (7/12).

Sebanyak lebih dari 160 penumpang ditahan selama lebih dari dua jam oleh pihak bandara karena terdapat perubahan prosedur aplikasi visa.

Mereka terbang dengan penerbangan FlyDubai FZ1628 yang berangkat dari Tel Aviv pada pukul 1 dini hari.


Dimuat YNet News, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut, para penumpang akan diizinkan masuk setelah mengisi formulir visa dengan benar secara online di bandara.

Dalam video yang diunggah oleh media tersebut terlihat para penumpang yang tampak kelehan menunggu di kursi tunggu bandara.

"Kami membayar ratusan shekel untuk penerbangan ini tetapi tidak ada perwakilan maskapai. Siapa pun yang membawa paspor Israel ditolak masuk," ujar seorang penumpang yang mengaku sudah menunggu dua jam.

Kementerian Luar Negeri Israel sendiri mengaku sudah melakukan kontak dengan pihak UEA untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut seorang penumpang, pihak FlyDubai sebelumnya telah diberikan peringatan terkait akan adanya masalah pada saat kedatangan, tetapi mereka mengabaikannya.

Jurubicara FlyDubai telah menyampaikan permintaan maafnya.

"Kami sedang mengkaji alasan di balik penundaan masuk tersebut dan sepenuhnya memahami bahwa ini tidak nyaman bagi penumpang. Ini bukan standar layanan yang kami harapkan," lanjut pernyataan itu.

Israel dan UEA telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan warganya masuk ke negara masing-masing tanpa perlu visa masuk khusus. Kesepakatan itu telah ditandatangani pada pekan lalu, menyusul normalisasi hubungan di antara keduanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya