Berita

Tim ilmuwan China berhasil membangun sistem komputasi kuantum/Net

Dunia

China Buat Terobosan Baru, Ilmuwannya Berhasil Bangun Sistem Komputasi Kuantum

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 12:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China telah mencapai tonggak pertama dalam perjalanannya menuju sistem komputasi kuantum skala penuh atau supremasi kuantum.

Lantaran dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada Jumat (4/12), tim ilmuwan di China mengumumkan telah membangun sistem komputer kuantum, yang dapat mendeteksi hingga 76 foton.

Tim yang dipimpin oleh fisikawan kuantum ternama Pan Jianwei itu telah mambangun prototipe komputer kuantum yang dinamai 'Jiuzhang'.


Rektor Akademi Ilmu Pengetahuan Austria, Anton Zeilinger mengatakan, sistem komputasi kuantum memiliki keunggulan daripada komputer konvensional.

"Pembangunan (sistem komputasi kuantum) ini sangat-sangat penting," ujarnya dalam sebuah video yang dikutip dari New China TV, Senin (7/12).

Komentar serupa juga disampaikan oleh seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Durk Englund.

"Menurut saya ini pencapaian yang luar biasa. Ini adalah tonggak dalam pengembangan komputer kuantum skala menengah," ujarnya.

Sementara itu, tim ilmuwan menyebut, mereka menggunakan Gaussian Boson Sampling (GBS). Sehingga sistem komputasinya 100 triliun kali lebih cepat daripada superkomputer tercepat yang ada di dunia saat ini.

Dimuat Xinhua, tim juga mengatakan proses prototipe baru 10 miliar kali lebih cepat dari komputer kuantum 53-qubit yang dikembangkan oleh Google.

Pengembangan sistem komputasi kuantum sendiri telah dilakukan oleh Pan dan rekan-rekannya selama 20 tahun dengan berbagai hambatan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya