Berita

Ratu Inggris Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip/Net

Dunia

Tak Ada Perlakuan Istimewa, Ratu Elizabeth II Harus Mengantre Untuk Vaksinasi Covid-19

MINGGU, 06 DESEMBER 2020 | 15:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ratu Elizabeth II dari Inggris akan mendapatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech beberapa pekan ke depan.

Ratu berusia 94 tahun dan suaminya, Pangeran Philip yang berusia 99 tahun menerima vaksinasi lebih awal bukan karena seorang bangsawan, melainkan usia mereka.

Begitu yang dilaporkan oleh Daily Mail pada Minggu (6/12), di mana keluarga kerajaan tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa.


"Sang Ratu tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa dan akan mengantre karena suntikan vaksin virus corona diberikan untuk kategori di atas usia 80-an dan penghuni panti jompo," tulis surat kabar itu.

Mengutip pakar kesehatan masyarakat, vaksinasi yang diberikan kepada pasangan senior kerajaan itu diharapkan dapat menghentikan kekhawatiran warga dan maraknya informasi yang salah terkait dengan vaksin Covid-19.

Inggris sendiri baru memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin kepada Pfizer dan BioNTech pada Rabu (2/12), menjadi negara pertama di dunia yang melakukannya.

Diharapkan 800 ribu dosis vaksin Pfizer akan tiba di Inggris pada pekan depan agar pemerintah dapat melakukan vaksinasi.

Sebanyak 50 rumah sakit pusat juga sudah dipersiapkan untuk melakukan vaksinasi pada kelompok prioritas tinggi.

Sampai saat ini, Inggris sudah mengonfirmasi lebih dari 1,7 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 61 ribu kematian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya