Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Prancis Ingin Akui Karabakh Sebagai Negara, Erdogan: Bencana Total

MINGGU, 06 DESEMBER 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik resolusi parlemen Prancis yang berisi desakan kepada pemerintah untuk mengakui Karabakh sebagai negara merdeka.

Berbicara dalam sebuah upacara melalui rekaman video pada Sabtu (5/12), Erdogan menyebut resolusi yang diadopsi pada Jumat (4/12) itu sebagai sebuah bencana total.

Erdogan mengatakan, resolusi itu tidak sesuai dengan keputusan PBB dan OSCE yang menegaskan bahwa Nagorno-Karabakh adalah tanah milik Azerbaijan yang diduduki oleh Armenia selama 30 tahun.


"Keputusan yang diambil di parlemen Prancis, ketua bersama Grup Minsk OSCE, adalah bencana total," kata Erdogan, seperti dikutip Anadolu Agency.

"(Azerbaijan) melakukan ini dengan tetap berada dalam kerangka legitimasi, bukan dengan menargetkan warga sipil dan pemukiman sipil Armenia," tegas dia.

Lebih lanjut, Erdogan mengatakan, resolusi dari parlemen Prancis merupakan serangan terhadap hak kedaulatan suatu negara yang jelas tidak dapat diterima.

Ia pun mendesak komunitas internasional untuk memberikan respons terhadap resolusi itu.

"Kami berharap publik internasional akan bereaksi terhadap pendekatan yang berbahaya ini, yang akan mengancam semua negara, dan diprakarsai oleh Prancis," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya