Berita

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya/Net

Politik

Yunarto Wijaya: 85,5 Persen Masyarakat Surabaya Mantap Pilih Eri-Armuji, 73,8 Persen Pilih Machfud-Mujiaman

JUMAT, 04 DESEMBER 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tingkat kemantapan pilihan terhadap dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya sudah cukup tinggi di pekan terakhir menuju pencoblosan 9 Desember mendatang.

Tingkat kemantapan pilihan tersebut tercatat dalam survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia yang dirilis pada Jumat (4/12).

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, terhadap elektabilitas calon walikota-wakil walikota Surabaya 2020, tingkat kemantapan pilihan pada dua pasangan calon sudah di atas 70 persen.


"Strong voters pada pasangan Eri Cahyadi–Armuji mencapai 85,5 persen, sementara strong voters Machfud Arifin-Mujiaman mencapai 73,8 persen," ujar Yunarto Wijaya.

Dalam survei ini, kata Yunarto, juga terungkap elektabilitas pasangan Eri Cahyadi-Armuji unggul 10,5 persen dari Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Rinciannya, elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji 51,2 persen sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dipilih oleh 40,7 persen responden.

Sementara sebanyak 8,1 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 18-24 November 2020 dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Survei itu melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner terstruktur. Adapun toleransi kesalahan dari survei tersebut mencapai kurang lebih 2,83 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya