Berita

Ilustrasi

Politik

Survei MSI: Elektabilitas Bersaingan Ketat, Alarm Bagi Petahana Pilkada Sigi

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 23:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Elektabilitas pasangan calon Muhammad Irwan-Samuel Yansen Pongi masih bersaing ketat dengan Husen Habibu-Paulina jelang pencoblosan Pilkada Kabupaten Sigi 2020.

Dalam survei terbaru Media Survei Indonesia (MSI) yang dilakukan pada medio November, kedua pasangan tersebut hanya catatkan selisih 2 persen.

"Elektabilitas kandidat sangat ketat. Bahkan, bisa saya katakan belum ada pemenang. Iwan-Samuel angkanya 43,6 persen, sementara Husen-Paulina 41,4 persen dan belum menentukan pilihan sebanyak 15 persen,” ujar Direktur MSI Asep Rohmatullah dalam keterangannya, Kamis (3/12).


Dikatakan Asep, jika dilihat dari survei bulan Oktober 2020, perolehan dukungan untuk Iwan-Samuel cenderung turun. Sementara Husen-Paulina naik signifikan.

“Di Oktober kemarin, Husen-Paulina masih di angka 29,5 persen, saat ini naik 11,9 persen menjadi 41,4 persen. Sedangkan, Irwan-Samuel turun sekitar 3 digit dari 46.,1 persen ke 43,6 persen,” jelasnya.

Posisi elektabilitas yang bersaing tipis itu, kata Asep, menjadi peringatan dini bagi petahana Irwan Lapata. Pasalnya, tidak sampai setengah populasi responden yang ingin petahanan kembali memimpin.

“Warga yang ingin memilih petahana Irwan Lapata di bawah 50 persen, atau sebesar 42 persen. Sebaliknya, angka yang tidak ingin memilih kembali, 32.6 persen. Ini sebenarnya alarm untuk petahana, karena biasanya yang akan terpilih kembali itu angkanya di atas 50 persen,” tandasnya.

Survei MSI Pilkada Sigi dilakukan pada 23-27 November 2020 terhadap 440 responden di seluruh kecamatan di Sigi.

Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan plus minus 4,8 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya