Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto/Rep

Bisnis

Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 15:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dikucurkan pemerintah terbukti berperan penting menjaga perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, melalui program-program pemulihan ekonomi yang digulirkan pemerintah, mampu menjaga daya beli masyarakat.

Hal inilah yang mampu membuat Indonesia tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah pandemi.


"Program PEN terbukti berperan penting menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional, khususnya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi," ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (28/11).

Airlangga menambahkan, berdasarkan data yang diterimanya, bantuan pemerintah melalui program-program PEN sudah disalurkan ke masyarakat.

Antara lain, per 2 November 2020, Banpres Produktif telah disalurkan kepada 9,2 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari target 12 juta UMKM.

Penjaminan UMKM melalui Askrindo dan Jamkrindo juga telah disalurkan kepada 245.906 nasabah dengan total Rp 10,27 triliun kredit modal kerja yang dijamin per 2 November 2020.

Pemerintah juga telah menyalurkan kredit di empat Bank Himbara senilai Rp 203,69 triliun per 23 Oktober 2020.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menjelaskan, total penyaluran kredit di tiga bank syariah senilai Rp 2,34 triliun per 23 Oktober 2020.

Selanjutnya, realisasi KUR kepada 4,5 juta debitur dengan total 148,38 triliun telah disalurkan pada periode Januari hingga Oktober 2020.

Pemerintah juga telah menyalurkan subsidi gaji kepada 12,2 juta pekerja dari target 15,7 juta pekerja per 27 Oktober 2020.

"Sementara, hingga Oktober 2020, jumlah pendaftar Kartu Prakerja telah mencapai 35,1 juta dengan total penerima sebanyak 5,59 juta," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya