Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

Di Tengah Konflik Yang Berkecamuk, Ethiopia Ajak Rusia Produksi Vaksin Sputnik V

JUMAT, 27 NOVEMBER 2020 | 06:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

RMOL. Pemerintah Ethiopia mengajak para investor Rusia untuk memproduksi vaksin Covid-19, Sputnik V, di sana.

Dutabesar Ethiopia untuk Rusia, Alemayehu Tegenu Aargau mengatakan, pemerintahnya siap untuk membeli vaksin Covid-19 tersebut jika sudah tersedia di pasar.

Tetapi Ethiopia sendiri ingin investor Rusia berinvestasi di sana untuk mendirikan pabrik vaksin.


"Jika investor Rusia ingin berinvestasi, mereka dapat berkomunikasi dengan kami, mereka dapat memperoleh tempat di kawasan industri dan memulai produksi," kata Aargau, seperti dikutip Sputnik.

Aagray menegaskan, Ethiopia memiliki kemampuan untuk menjadi produsen vaksin Covid-19, baik dari fasilitas hingga bea cukai.

Menurutnya, ada banyak manfaat yang akan didapat oleh Rusia jika berinvestasi di Ethiopia, di mana negara di Tanduk Afrika tersebut memiliki 110 juta penduduk, sehingga dapat menjadi pasar yang menggiurkan.

Lebih lanjut, Aagray juga menegaskan, konflik di Tigray antara pemerintah Ethiopia dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) tidak akan mengganggu proses investasi tersebut.

Sputnik V merupakan vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan bekerjasama dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Berdasarkan hasil analisis, Sputnik V memiliki kemanjuran hingga 914 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya