Berita

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni/Net

Politik

Pilkada Spesial Pandemi, Sahroni: Kurangi Persaingan Dan Perbanyak Saling Membantu

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pegangan masyarakat dalam kehidupan, terutama jelang Pilkada 2020 yang digelar di masa pandemi Covid-19.

Begitu dikatakan anggota MPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (24/11).

Sahroni yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan, dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara utuh demi menjaga dan mempertahankan toleransi antar sesama, terutama menjelang pilkada.


“Seperti kita tahu, kegiatan pilkada selalu memunculkan perbedaan di masyarakat. Si A dukung calon A, si B dukung calon B, ini tentunya merupakan kegiatan demokrasi yang patut kita rayakan bersama, meski tak bisa dipungkiri, resiko perpecahan juga ada,” ujarnya.

Mengingat pilkada serentak yang akan digelar sekitar dua minggu lagi ini, Sahroni berpesan bahwa meskipun DKI Jakarta tidak menggelar pilkada, namun persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga.

“Dengan adanya empat pilar ini, kita sudah dibekali dengan prinsip-prinsip persatuan. Jadi saya titip hadirin sekalian walaupun kita nggak ada Pilkada, kita tetep harus kompak. Jangan karena adanya pilkada pedoman empat pilar kemudian kita lupakan,” jelasnya.

Sahroni juga menegaskan bahwa sosialisasi empat pilar ini sangat penting untuk selalu diterapkan dan diketahui oleh setiap warga negara, terutama di masa pandemi seperti ini.

"Pilkada saat ini spesial karena dilakukan di masa pandemi, di mana kita harus prihatin, saling membantu, saling menjaga hubungan baik sekaligus juga jaga jarak. Jadi di saat seperti ini, jangan sampai persatuan dan kesatuan kita rusak karena Pilkada," demikian Sahroni.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya