Berita

Gedung CDC AS/Net

Dunia

CDC Akan Persingkat Waktu Karantina Covid-19 Menjadi Tujuh Hingga Sepuluh Hari

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 10:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dalam pedoman terbarunya menyebutkan akan mempersingkat jangka waktu karantina mandiri bagi orang yang dinyatakan memiliki potensi terpapar virus corona.

Otoritas kesehatan selama ini merekomendasikan karantina 14 hari untuk mengekang penularan virus, tetapi seorang pejabat mengatakan pada Selasa (24/11) ada bukti bahwa periode tersebut dapat dipersingkat dengan cara pasien dites virus sebelum karantina mereka.

“Izinkan saya mengonfirmasi bahwa kami terus-menerus meninjau bukti dan kami mulai memiliki bukti bahwa karantina yang lebih pendek dilengkapi dengan tes mungkin dapat mempersingkat periode karantina dari 14 hari menjadi hari yang lebih pendek,” kata seorang pejabat tinggi kesehatan AS pada hari Selasa, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/11).


Dia tidak mengatakan berapa durasi periode karantina yang lebih pendek itu.

Sementara The Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa, bahwa masa karantina baru itu kemungkinan akan berdurasi antara tujuh atau sepuluh hari dan termasuk tes untuk membuktikan bahwa orang tersebut tidak lagi memiliki Covid-19, mengutip seorang pejabat CDC.

Pejabat itu juga menambahkan bahwa kemungkinan orang akan lebih cenderung mematuhi periode karantina yang lebih pendek, lapor WSJ.

Keputusan untuk mengubah pedoman tersebut belum final dan para ahli masih meninjau data untuk memastikan bahwa perubahan seperti itu tidak akan membahayakan orang.

Para pejabat juga mengatakan bahwa mereka telah mendistribusikan hampir 40 juta dari 150 juta tes cepat yang disepakati untuk diperoleh dari Abbott Laboratories awal tahun ini.

Hingga Selasa (24/11) total kematian akibat virus corona AS telah mencapai hampir 259 ribudengan lebih dari 12,5 juta kasus.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya